Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sendal Jadi Saksi Bisu Cara 'Gila' Perampok di SPBU Gembosi Mobil Davidson

Salah satu perampok di SPBU Daan Mogot diajari memodifikasi paku untuk menggembosi mobil calon korbannya dari SF.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Sendal Jadi Saksi Bisu Cara 'Gila' Perampok di SPBU Gembosi Mobil Davidson
Warta Kota/henry lopulalan
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan (kiri) merilis lima dari tujuh pelaku kasus perampokan yang menewaskan Davidson Tantono (33) di halaman Gedung Utama Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Perampokan yang terjadi di SPBU di Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Jumat (9/6) lalu tersebut menewaskan Davidson dan membawa lari sebuah tas yang berisi Rp300 juta. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TP, salah satu perampok di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat mengaku diajari memodifikasi paku untuk menggembosi mobil calon korbannya dari SF.

SF merupakan kapten dari kelompok perampok yang menewaskan Davidson Tantono (30).

Hal tersebut diakui TP saat diintrogasi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/6/2017).

"Paku itu ditaruh di sendal (yang) dilubangin. Dari bawah (sendal itu), kami tancapkan paku payung," ujar TP.

Baca: Kekasih Kapten Mengaku Tak Kebagian Jatah Uang Hasil Rampokan di SPBU Daan Mogot

TP mengetahui mobil targetnya berdasarkan foto yang dikirim oleh SF.

SF mengirim gambar mobil Toyota Innova berwarna hitam yang dikendarai oleh Davidson.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah menerima gambar mobil incarannya, TP membuntuti mobil Davidson dari Bank BCA Green Garden.

Setibanya mobil Davidson di lampu merah, TP melancarkan aksinya.

Baca: Pengakuan Calon Kepala Desa yang Ikut Merampok Davidson di SBPU Daan Mogot

"Di lampu merah pak, ketika macet kami pasang sendal tersebut. Cuma pas macet saja Pak, kalau jalan tidak bisa," kata TP.

TP mengenal SF lantaran rumah mereka berdekatan di kawasan Lampung. Ia dijanjikan akan diberi imbalan jika aksi perampokannya berjalan lancar.

"Saya dapat uang Rp 14,2 juta Pak," ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi sudah meringkus tujuh orang tersangka pelaku, yakni DTK, TP, M, RCL, NZR, IR, dan SF. IR dan SF tewas ditembak lantaran melawan saat ditangkap.

Baca: Kisah Pemandu Karaoke Kenal Kapten Perampok Sadis Daan Mogot Hingga Ditangkap Polisi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas