Lihat Perkembangan Proyek Pembangunan Depo MRT Lebak Bulus
Depo MRT Lebak Bulus ini berada di area seluas 13 hektare yang merupakan bekas Stadion sepakbola Lebak Bulus.
Penulis:
Vincentius Jyestha Candraditya
Editor:
Willem Jonata
Rel kereta yang telah terpasang di Depo Lebak Bulus hingga hari ini sepanjang 6.000 meter. Menurut Direktur Konstruksi MRT, Silvia Halim proses pemasangan rel itu sendiri baru mencapai 10 persen.
Fasilitas lain yang akan dibangun di Depo MRT Lebak Bulus antara lain infrastructure workshop, administration building, inspection shed, serta workshop area.
"Infrastructure workshop itu gerai atau tempat perawatan kereta inspeksi sekaligus juga menjadi tempat penyimpanan material suku cadang infrastruktur depo," jelas Silvia kepada Tribunnews.com.
Menurut perempuan berkemeja putih itu, bangunan inspection shed dan workshop area digunakan sebagai tempat perawatan skala kecil serta skala besar rolling stock atau kereta MRT.
Pantauan Tribunnews.com, pengerjaan masih tampak di berbagai sudut Depo ini. Belum ada yang tampak benar-benar telah selesai.
Beralih menuju Stasiun MRT Lebak Bulus, bagi yang ingin menuju ke area itu harus melalui jalur khusus yang telah ditentukan.
Jalur khusus itu berupa terpal berwarna biru yang sangat panjang. Tampak seperti red carpet dalam acara gala premiere film.
Area stasiun yang berada di atas membuat kita harus menaiki tangga. Di atas sendiri pengerjaan stasiun baru mencapai 41 persen dari sisi konstruksi.
Stasiun layang atau elevated ini berada tepat di tepi Jalan RA Kartini. Menurut rencana stasiun ini akan berintegrasi secara langsung dengan halte Transjakarta dan Terminal Lebak Bulus.
Selain itu akan ada pula area park and ride, di dekat terminal Lebak Bulus. Tujuan pembangunan area park and ride itu adalah agar penumpang bisa memarkirkan kendaraan pribadi sebelum menaiki moda transportasi umum.(*)
Baca tanpa iklan