Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bekasi Dipilih Untuk Uji Coba Aspal Berbahan Sampah Plastik

"Kita sudah testing, ada pilot project di Denpasar itu kita bikin 5-7 meter, dan itu memberikan kekuatan pasa aspal 40 persen, cost-nya lebih rendah."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bekasi Dipilih Untuk Uji Coba Aspal Berbahan Sampah Plastik
TRIBUNNEWS/APFIA
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengembangkan potensi sampah plastik di Indonesia menjadi inovasi bernilai tambah.

Di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, pemerintah akan menjadikan sampah plastik sebagai menjadi bahas aspal jalan.

Menteri Koordiator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ide tersebut sudah diuji coba di Bali.

Hasilnya sampah plastik dapat memperkuat aspal hingga 40 persen dan lebih menghemat biaya.

"Kita sudah testing, ada pilot project di Denpasar itu kita bikin 5-7 meter, dan itu memberikan kekuatan pasa aspal 40 persen, cost-nya lebih rendah," ungkap Luhut saat ditemui di kantornya,  di Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Inovasi tersebut pun akan diuji coba di Bekasi pada 16 September 2017 mendatang yang apabila berhasil akan diuji coba lagi kedaerah lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Bikin Macet, Ojek Online Kini Dilarang Turunkan Penumpang Sembarangan

Kemenko Maritim pun akan mengajukan kepasa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk digunakan di seluruh Jalan  di Indonesia.

"Minggu depan kami akan coba lagi di Bekasi. Kalau itu sukses, kami dengan Menteri PUPR berjanji tahun depan semua jalan di daerah akan kita pakai itu," kata Luhut. 

Baca: Pengacara Pelaku Pembunuhan Pegawai BNN: Polisi yang Transparan Dong!

Untuk mengolah sampah plastik menjadi aspal, mesin yang digunakan merupakan buatan dalam negeri seharga Rp 10 juta.

"Mesinnya itu buatan dalam negeri semua, harganya Rp 10 juta. Kalau daerah punya itu akan bagus, tinggal bagaimana kita kumpulkan plastik itu," kata Luhut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas