Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Di Spa Gay T1, Pengunjung Muda atau Punya Tato Dapat Diskonan

Pukul 14.15, mereka keluar gedung. Kelima orang tersangka kasus prostitusi kaum homoseks ini kembali digelandang ke mobil polisi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Di Spa Gay T1, Pengunjung Muda atau Punya Tato Dapat Diskonan
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Petugas Satpol PP menyegel T1 Sauna, di Ruko Plaza Harmoni, Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat yang digunakan untuk tempat nongkrong kaum gay. 

Mereka terancam dijerat Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat 2 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 256 KUHP tentang Prostitusi dengan ancaman 6 tahun penjara.

Kolam dan bilik

Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Asufri menjelaskan bagaimana kondisi spa tempat berkumpul kaum gay tersebut.

Saat memasuki lantai 1, pengunjung akan disambut di meja kasir. Berdasarkan pengakuan dari sejumlah karyawan, biaya masuknya sebesar Rp 165.000.

Namun pengunjung juga akan ditanyai umurnya. Bagi gay yang masih muda, akan mendapat diskon. Demikian pula bagi gay yang tubuhnya memiliki tato, bakal dapat potongan harga.

"Bagi mereka yang di bawah umur 30 tahun, dapat diskon, bayarnya jadi Rp 100.000. Kalau (tubuhnya) bertato bayarnya jadi Rp 135.000," kata AKBP Asufri.

Setelah proses administrasi, pengunjung bisa masuk.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pengunjung akan diberi kunci menuju lantai 2. Di sana mereka akan bertemu dengan karyawan yang memberikan handuk dan kunci loker. Di dalam loker, ada air mineral, kondom dan pelicin," tutur Asufri.

Dijelaskan lebih lanjut, fasilitas disediakan di lantai 3. Di sana ada 21 bilik kamar yang bisa dipergunakan pasangan gay untuk melakukan hubungan intim.

Begitu pula kondisi di lantai 4 yang punya 10 bilik beserta kolam renang kecil.

"Lantai 4 ada kolam renang kecil untuk ukuran 2 sampai 4 orang. Di sana juga biasa dipakai oleh pengunjung untuk melakukan hubungan badan sesama jenis," ungkap Asufri.

Kolam renang yang lebih besar, yakni berukuran maksimal untuk 10 orang terletak di lantai teratas, yakni lantai 5.

Di sana, pengunjung bisa saling bercengkrama serta mengadakan pesta seks.

"Tetapi tempat ini tidak menyediakan pasangannya. Kalau pengunjung datang sendiri, biasanya mereka menunggu pria lain yang datang sendirian. Kemudian barulah mereka berhubungan badan. Itu berdasarkan kesepakatan mereka saja," ujar Asufri.

Mengenai rata-rata jumlah pengunjung setiap hari atau setiap minggunya, sambung Asufri, masih didalami pihak kepolisian.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas