Paling Hebohkan Warga DKI, Janji Anies-Sandi ini Malah Terancam Gagal
Program ini menjadi isu paling ramai dibicarakan hingga dinyinyiri, dan kini terancam gagal.
Editor:
Rendy Sadikin
Baca: Ada 4 Janji Anies-Sandi yang Sulit Dilaksanakan, Apa Saja Itu?
Selama ini, bagi masyarakat golongan menengah ke bawah atau mereka yang bekerja sebagai buruh dengan standar upah minimum provinsi (UMP) sekitar Rp 3,3 juta, mempunyai rumah sendiri di Jakarta seperti mimpi di siang bolong.
Harga tanah per meter persegi di Jakarta menurut Indonesia Property Watch tahun 2017 adalah Rp 80,9 juta (tertinggi di Jakarta Selatan) dan Rp 1,97 (termurah di Jakarta Timur).
Begitu juga biaya fisik bangunan per meter perseginya sekitar Rp 3 juta.
Jika luas bangunan 50 m2, harga bangunannya saja Rp 150 juta.
Ini belum termasuk tanah.
Baca: Duh, Sejoli Digerebek Sedang Mesum di WC Musala, Ini Fakta-faktanya
Kebayang kan mahalnya rumah di Jakarta.
Karena itu, begitu ada tawaran beli rumah tanpa uang muka (DP Nol Persen), tentu ini seperti sang musafir yang kehausan di tengah gurun sahara tiba-tiba diberi tahu di depan ada mata air jernih.
Ditambah lagi dengan ikatan emosi karena memosisikan diri sebagai pendukung atau simpatisan pasangan Anies-Sandi, maka logika bagaimana mekanisme memperoleh rumah itu menjadi urusan nomor sekian.
2. Program yang Sangat Mustahil
Pandangan kedua, pada umumnya dari mereka yang mendukung atau simpatisan pasangan Ahok-Djarot, menganggap program DP Nol Persen ini program PHP (pemberi harapan palsu).
Mereka beranggapan sangat mustahil orang bisa memperoleh rumah tapak (bukan rumah susun/rusun) di Jakarta hanya bermodal ‘angin’.
Bayangkan, tanpa uang sepeser pun (DP Nol Persen), warga bisa memperoleh rumah di Ibu Kota negara.
Pandangan kelompok ini, selain karena semangat nyinyir karena bukan pendukung –atau bahkan kaum opisisi-- Anies-Sandi, juga pertimbangan hitung-hitungan awam.
Baca tanpa iklan