Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ini Alasan Warga Kampung Cisitu yang Banyak Bekerja di Pabrik Petasan Tangerang

"Saling kasih kabar saja antar saudara di sini. Sebetulnya enggak hanya di pabrik itu, banyak juga yang di pabrik lain," ujar Ali, Jumat (27/10/2017).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini Alasan Warga Kampung Cisitu yang Banyak Bekerja di Pabrik Petasan Tangerang
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Aparat Polsek Cililin dan Koramil Cililin saat mendamping keluarga korban kebakaran pabrik petasan di Kampung Cisitu RW 09 Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (27/10/2017).(KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI) 

"Kalau dulu saya di bagian packing. Dulu mah masih gudang. Kalau sekarang jadi pabrik saya kurang tahu. Awalnya memang pabrik stiker, saya juga sempat kerja saat jadi gudang petasan. Jenis petasan untuk tahun baru begitu lah," katanya.

Asep terlihat tak mampu menahan air mata.

Ia masih tak percaya kedua sepupunya yang merupakan kakak beradik, Sunarya (28) dan Ade Rosita (20) menjadi korban meninggal dalam insiden kebakaran pabrik petasan di Tangerang, Kamis (26/10/2017) lalu.

Asep berkisah, Kamis siang, gawainya berdering.

Di layar ponselnya tertulis Angga, teman sekampungnya di RW 09 Kampung Cisitu, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Dengan nada panik, Angga yang turut jadi korban luka memberi kabar bahwa pabrik petasan tempatnya bekerja terbakar.

Belum sempat bertanya, sambungan telepon terputus.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya terima telepon dari Angga pukul 11.00 WIB. Saat itu kabarnya masih simpang siur. Dia hanya bilang pabrik kebakaran, dia tak bilang banyak seperti syok berat. Saya telepon lagi tapi mati," ujar Asep, Jumat (27/10/2017).

Mendapat kabar itu, Asep lantas memberi tahu warga sekitar.

Suasana kampung mendadak panik.

Sebab, ada 12 orang warga Kampung Cisitu yang bekerja di pabrik itu.

Semua orang sibuk dengan ponselnya mencari kabar sanak saudaranya.

Warga melapor ke Kepala Desa Batulayang, Beben.

Beben langsung menyiapkan kendaraan untuk berangkat ke lokasi kejadian. Seluruh keluarga korban turut diboyong.

Termasuk Uwan dan Aat Solihat, orangtua Sunarya dan Ade.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas