Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pabrik Petasan Terbakar

Polisi Masih Cari Jasad Tukang Las yang Diduga Masih di TKP

Hingga kini jenazah Ega Subarna belum dapat ditemukan. Padahal, pihak kepolisian telah menetapkan Ega sebagai tersangka.

Polisi Masih Cari Jasad Tukang Las yang Diduga Masih di TKP
Alex Suban/Alex Suban
Tim Elang Cisadane Polrestro Tangerang menjaga lokasi tembok yang dijebol di sisi pabrik dan gudang petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi Desa Belimbing RT 20 / RW 10 Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, setelah dilanda kebakaran, Kamis (26/10/2017). Puluhan karyawan pabrik ini tewas terbakar dalam peristiwa itu. (Warta Kota/Alex Suban) 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Tim Puslabfor Mabes Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tragedi maut kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Senin (30/10/2017).

Jajaran Polrestro Tangerang juga turut mendampingi olah TKP tersebut.

"Jadi olah TKP saat ini memang kami mencari Ega Subarna yang saat itu sedang mengelas mesin di dalam lokasi pabrik, yang diyakini menjadi penyebab kebakaran," ujar Kapolrestro Tangerang Kombes Harry Kurniawan saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (30/10/2017).

Ia menjelaskan, hingga kini jenazah Ega Subarna belum dapat ditemukan. Padahal, pihak kepolisian telah menetapkan Ega sebagai tersangka.

"Karena berdasarkan penelusuran tim, penyebab kebakaran adalah percikan api dari proses pengelasan. Tapi dari 47 jenazah yang ada, tidak ditemukan adanya jenazah Ega Subarna," ucapnya.

Baca: Invasi Makanan Siap Saji di India Khawatir Berdampak Obesitas

Dalam kesempatan tersebut, polisi kembali menemukan tulang belulang yang didapatkan dari dalam lokasi. Tepatnya berada di tempat pengelasan mesin.

"Jadi kami menemukan potongan tulang belulang di lokasi pengelasan, yang kami duga itu adalah jenazah Ega, namun masih diselidiki," kata Harry.

Menurut Harry, selain potongan tulang belulang, pihaknya juga berhasil menemukan tas yang berisi dua unit handphone merk Xiaomi. Kendati demikian, jajarannya belum dapat memastikan milik siapa tas tersebut.

"Ada satu dompet berisi dua HP, belum diketahui milik siapa," jelasnya.

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas