Pasien Loncat dari Lantai 4 RS di Pontianak, Diduga Ini Penyebabnya
Seorang pasien Rumah Sakit Umum (RSU) Santo (St) Antonius Pontianak bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung rumah sakit.
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Seorang pasien Rumah Sakit Umum (RSU) Santo (St) Antonius Pontianak bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung rumah sakit.
Dikutip dari laman Tribun Pontianak, Senin (6/11/2017), kebenaran akan informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit.
"Iya, hal itu benar, tapi saya belum bisa kasih penjelasan lebih karena sedang di Jakarta," ujar Direktur Utama RSU St Antonius Pontianak, dokter Gede Sandjaja, saat dihubungi melalui telepon.
Baca: Polisi Tak Segan Tembak Ditempat Saat Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Lakukan Perlawanan
Warga Kabupaten Melawi itu dirujuk oleh RS Promedika Pontianak untuk dirawat inap di kamar 333 Maria 2, Lantai 4 RSU St Antonius Pontianak.
Dirinya diduga terinfeksi virus berbahaya.
Sebelum insiden bunuh diri terjadi, saksi anak korban, YN (17), mengatakan dirinya pergi keluar kamar untuk memanggil perawat saat melihat sang ayah bangun dari tempat tidur.
Saat itu istri korban sedang pergi membeli air minum.
Ketika YN kembali ke kamar, ayahnya sudah tidak ada lagi di tempat.
Baca: Bea Cukai Malang Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Dalam Bangunan Kosong
Ia melihat tubuh korban tergeletak di bawah setelah melompat keluar dari jendela ruangan lantai 4 rumah sakit.
Keluarga korban tidak menyangka peristiwa tersebut akan terjadi.
Istri dan anak pertama korban tampak syok sembari terus membanjiri mukanya dengan air mata saat ditemui.
Keponakan korban, KN, juga tampak mendampingi dan menghibur keluarga korban.
KN juga memberi beberapa keterangan mengenai almarhum semasa hidup.
"Dia kerjaannya proyek-proyek gitu, ya wiraswasta lah. Selama hidupnya dia baik, tidak pernah marah sama saya, anaknya ada dua orang," terang KN sambil memeluk anak bungsu korban.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, menjelaskan bahwa ODHA di RS Antonius sebenarnya sudah diberi pendampingan.
"Selain relawan-relawan yang tergabung di Komisi Penanggulangan Aids (KPA), banyak juga LSM-LSM swasta yang concern terhadap hal ini yang melakukan pendampingan," katanya, Minggu (5/11/2017).
Motif bunuh diri korban hingga saat ini diduga akibat frustasi terhadap penyakit yang dideritanya.
"Akibat aksi nekad, korban meninggal dunia di tempat kejadian, karena menderita luka berat di sebagian kepala dan patah kaki," kata Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Dedi Mulyadi. (TribunVideo.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)