Pengamat: Anies Baswedan Harus Sapu Bersih Birokrat Zaman Old
Ditengarai, Pemprov DKI Jakarta masih banyak diisi birokrat lamban dan kolot, yang tak adaptif dengan keinginan gubernur baru.
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai problem dan keluhan masyarakat DKI Jakarta di era Gubernur Anies Baswedan masih terus terjadi, khususnya di sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya.
Ditengarai, Pemprov DKI Jakarta masih banyak diisi birokrat lamban dan kolot, yang tak adaptif dengan keinginan gubernur baru.
Baca: Cowok ini Menyamar sebagai Ceweknya Agar Bisa Gantikan Si Pacar Mengikuti Ujian, Berhasil?
"Banyak informasi dan data masuk ke kami terkait kinerja Pemprov DKI Jakarta. Bahkan, maraknya pemberitaan SMPN 32 roboh dan sekolah bobrok lainnya, manajemen kesehatan yang buruk saat kasus difteri, banjir di berbagai titik perumahan warga hingga penanganan PKL Tanah Abang yang menimbulkan masalah baru, menandakan kurangnya sinergisitas dan akselerasi antara pimpinan dengan jajarannya," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Against Corruption (Inacor), Ricky Tamba, melalui keterangan tertulis, Selasa (26/12/2017).
Ricky menyarankan Anies harus menjalankan kewenangan prerogatifnya untuk mencopot dan mengganti para kepala dinas serta pelaksana teknis yang masih mewarisi gaya kepemimpinan lama.
"Gaya kepemimpinan lama itu ya sibuk berpolitik pencitraan dan banyak seremonial lips service," tambahnya.
Bila berlarut-larut, Ricky mengaku perhimpunan aktivis antikorupsi tersebut khawatir bahwa Anies akan gagal memenuhi janji 'Maju Kotanya Bahagia Warganya'.
Padahal, menurutnya, masih banyak sumber daya manusia yang muda, kekinian, cerdas dan inovatif yang layak dipasang dalam banyak posisi strategis di Pemprov DKI Jakarta.
Gaya Anies yang lebih desentralistik humanis, dinilai Ricky membutuhkan barisan birokrat dengan kemampuan analisa sosial dan mobilitas yang mumpuni.
"Sekarang ini era cyber milenials, jangan menunggu laporan bawahan baru rapat entah kapan geraknya. Aspirasi dan keluhan warga bisa dimonitoring dan dipenuhi cepat dengan memantau media sosial dan berita media yang masif. Gaya zaman old sudah tak laku lagi, warga memilih Anies karena berharap banyak pembenahan dari era sebelumnya," tegas Ricky.
Ia berharap, Anies mampu memberikan efek kejut tegas dengan mencopot Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatan dan beberapa Wali Kota yang berkinerja buruk.
Kemudian disusul dengan pelantikan gerbong besar jajaran lainnya setelah melalui kajian matang Baperjakat DKI Jakarta. Selain itu, Anies harus banyak terjun keliling ke kelurahan se-Jakarta, tak hanya sibuk beretorika di berbagai forum dan media.
"Rakyat mengamati kerja Gubernur Anies. Kebijakan yang baik pasti akan didukung, selama bertujuan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat, bukan pencitraan. Anies harus oper gigi dan gas pol jajaran zaman now, Anies harus sapu bersih birokrat zaman old!" pungkasnya.