Pria Ini Sempat Gugup Saat Ijab Kabul dalam Program Nikah Massal
Tidak terkecuali seorang pria yang berprofrsi sebagai Office Boy (OB) di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, Suparman (39).
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak pasangan pengantin yang merasa gugup saat hendak melakukan ijab qabul dalam program Nikah Massal yang digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI pada malam pergantian tahun, Minggu, 31 Desember 2017.
Tidak terkecuali seorang pria yang berprofrsi sebagai Office Boy (OB) di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, Suparman (39).
Ia mengaku sempat merasa deg-degan, jantungnya berdegup kencang lantaran sudah lama dirinya tidak 'ijab qabul' setelah nyaris sepuluh tahun lalu melakukannya.
Baca: Malam Tahun Baru 2018, Jutaan Pengguna WhatsApp Mendadak Panik, Ini Gara-garanya!
Namun ternyata prosesi ijab qabul pun berlangsung lancar tanpa kendala apapun.
Ia dan sang istri, Nurhayati (36), memang telah menikah sejak 2008 lalu, pernikahan tersebut digelar secara siri sehingga buku nikah tidak ia dapatkan saat mempersunting Nurhayati untuk kali pertama.
"Sempet deg-degan juga, apa bisa ijab qabulnya?, udah lama sekali kan (nggak ijab qabul), udah hampir 10 tahun ya tapi alhamdulillah sih lancar," ujar Suparman, saat ditemui Tribunnews di kediamannya di Gang Eretan, Kali Pasir, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (1/1/2018).
Pria asli Jakarta itu menyebut dirinya dan sang istri sudah 'berumur'.
Sehingga pernikahan itu membuatnya merasa sedikit malu, ia menilai lucu kisahnya bersama sang istri pada momen jelang pergantian tahun.
Pasalnya keduanya harus 'kembali menikah' dalam momen pernikahan massal yang digelar di Park and Ride Thamrin 10, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
"Kita kan udah berumur, istri saya udah 36 (tahun), saya udah 39, kayaknya lucu gitu udah tua (nikah)," jelas Suparman.
Kendati merasa lucu, ia menambahkan, dalam nikah massal itu masih banyak pasangan yang lebih tua darinya dan Nurhayati.
Pasangan-pasangan itu juga sebagian memiliki kisah yang sama seperti dirinya, yakni nikah siri karena keterbatasan ekonomi.
"Tapi banyak sih (pasangan lainnya) yang lebih tua dari kita, mungkin umur 50-an ke atas juga ada sih," kata Suparman.