Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Mantan Anak Buah Ceritakan Watak Asli Veronica Tan

Venita Eng menjelaskan, kisah Veronica yang diceritakannya bukan berasal dari omongan orang lain, tapi ia melihat secara langsung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kisah Mantan Anak Buah Ceritakan Watak Asli Veronica Tan
YOUTUBE/PEMPROV DKI
Veronica Tan istri Gubernur DKI Jakarta saat berpidato dalam acara Halal Bihalal PKK DKI Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ternyata sosok Veronica Tan, istri Basuki Tjahaja Purnama kerap mendapat pujian dari pengguna media sosial atau warganet.

Veronica Tan dipuji-puji karena sifatnya yang dikenal kalem dan pantang menyerah.

Lihat saja di media sosial milik Veronica, banyak warganet yang memberikan semangat dan pujian untuk istri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu.

Apalagi saat ia harus melalui cobaan hidup yang amat berat, yaitu suaminya mendekam di penjara karena kasus penistaan agama.

Kebanyakan orang mungkin mengetahui tindak-tanduk Vero hanya lewat media televisi atau media sosial.

Namun siapa sangka, ada sisi lain dari Veronica Tan yang bisa jadi membuat publik semakin kagum pada ibu tiga anak ini.

VIRAL: Sambil Menangis Tersedu-sedu Wanita Ini Sebut Veronica Tan Jahat: Semoga Keputusan Pak Ahok Tepat

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir dari wikipedia, Vero lahir di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 6 September 1977 (41 tahun).

Ia putri sulung dari tiga bersaudara. Kedua orangtuanya keturunan Tionghoa.

Ayahnya sosok yang penyabar, sementara ibunya memiliki sifat yang keras dan tegas terutama soal pendidikan.

Ibunya tak segan-segan memberi hukuman kepada anak-anak di saat nilai pelajaran sekolah kurang memuaskan.

“Mama ingin anak-anaknya sekolah tinggi. Anak perempuan minimal harus punya karier,“ tuturnya.

Setelah menamatkan SD dan SMP di Medan, Veronica Tan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan belajar di SMA.

Tanpa minat khusus, ia mengikuti ujian masuk di sejumlah perguruan tinggi.

Ia diterima di jurusan arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung, tapi ibunya tidak setuju ia kuliah di situ.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas