Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pria Ini Mengkoordinasi Aksi Serangan Teror di Thamrin, Begini Asal Usulnya

Saiful Muftahir menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara kasus tindak terorisme bom Thamrin yang melibatkan Aman Abdurrahman, Selasa, (6/3/2018).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pria Ini Mengkoordinasi Aksi Serangan Teror di Thamrin, Begini Asal Usulnya
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Saiful Muftahir. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saiful Muftahir menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara kasus tindak terorisme bom Thamrin yang melibatkan Aman Abdurrahman, Selasa, (6/3/2018).

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Saiful Muftahir mengaku mengenal terdakwa Aman Abdurrahman sejak tahun 2003 silam.

Baca: Pungli Surat Keterangan Domisili Usaha Rp 45 Juta, Camat di Tangerang Dicokok Polisi

Saiful menjelaskan bahwa Aman Abdurrahman dianggapnya sebagai seorang ustaz atau guru keagamaan baginya.

Dia mengaku dirinya ikut terlibat saat terjadi peristiwa serangan teror di Sarinah Thamrin.

Saat itu dirinya yang mengkordiasi para pelaku penembakan brutal yang terjadi di depan pos polisi Thamrin usai bom diledakan.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Perlawanan Fredrich Yunadi: Ancam Mogok Sidang Hingga Ditegur Istri

Faisal mengatakan, saat itu dirinya mendapat perintah bukan dari Aman melainkan dari seorang bernama Rohis yang juga dikenalnya.

Rohis ditemuinya di Nusa Kambangan saat membesuk Aman yang saat itu sama-sama berstatus sebagai tahanan Nusa Kambangan di tahun 2015.

"Saat diminta saya saat itu belum mampu melaksanakan amaliyah ini, lalu kemudian dia minta dicarikan orang" kata Faisal.

Baca: Kasus Tewasnya Sopir Taksi Online di Gunung Bunder Bogor: Kronologi Hingga Dugaan Polisi

Tak lama setelah beranjak pulang, Faisal bertemu dengan seorang rekannya yang bernama Muhamad Ali di rumahnya yang terletak di daerah Maruya.

Menurut keterangan Faisal, dirinya mengaku bahwa Muhamad Ali lah yang tertarik mendengar cerita dirinya yang di ajak oleh Rahis melakukan aksi yang di anggap sebagai Amaliyah itu.

"Kalo memang belum ada orang, saya saja, saya siap" ungkap Faisal saat menceritakan jawaban Ali pada majelis hakim.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas