Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pria di Cipondoh Buat Senjata Api Rakitan dan Bahan Peledak Lalu Dipasarkan di Media Sosial

Jajaran Polrestro Tangerang mengungkap penjualan senjata api rakitan dan bahan peledak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pria di Cipondoh Buat Senjata Api Rakitan dan Bahan Peledak Lalu Dipasarkan di Media Sosial
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Jajaran Polrestro Tangerang mengungkap penjualan senjata api rakitan dan bahan peledak. Tersangka berinisial ARH yang memproduksi dan menjual bebas senjata api serta bahan peledak, diamankan polisi pada Rabu (4/4/2018) kemarin. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Jajaran Polrestro Tangerang mengungkap penjualan senjata api rakitan dan bahan peledak.

Tersangka berinisial ARH yang memproduksi dan menjual bebas senjata api serta bahan peledak, diamankan polisi.

Baca: Kronologi Pensiunan TNI AL Tewas Bersimbah Darah di Pondok Labu, Ditusuk Saat Mengaji di Rumah

Petugas menggerebek kediaman tersangka pada Rabu (4/4/2018) kemarin.

Menurut Wakapolrestro Tangerang AKBP Harley Silalahi, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait perkara ini.

Kemudian, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Pelaku menjual sepi rakitan di media sosial," ujar Harley saat ditemui di lokasi penggerebekan, Cipondoh, Tangerang, Kamis (5/4/2018).

Baca: Benda Mencurigakan Mirip Bom Pipa Buat Geger Warga Cipondoh, Ini Penjelasan Polisi

Rekomendasi Untuk Anda

Dari hasil penggerebekan, aparat menemukan satu senjata api jenis revolver dan lima komponen bahan peledak seperti alumunium powder dan belerang.

"Bahan-bahan peledak itu juga digunakannya untuk membuat petasan roket," jelas Harley.

Petugas pun mengintrogasi ARH secara mendalam.

Tersangka mengaku sudah melancarkan aksinya selama tiga tahun.

Baca: Misteri Pijatan Wakapolres Lombok Tengah ke Ibunya yang Berakhir Penembakan

"Pelaku juga merakit air softgun dan berbagai petasan lainnya," beber Harley.

Harley menyebut, tersangka sudah 13 kali memproduksi petasan roket.

Untuk senjata api rakitan, ARH membuatnya sebanyak 300 pucuk.

"Kami juga akan melakukan pemeriksaan kepada pembeli senjata api rakitan tersebut," cetus Harley.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas