Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Duterte Juluki Kim Jong Un 'Pahlawan Semua Orang'

Menurut Duterte, Kim kini disanjung banyak orang lantaran kesepakatannya dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In untuk menghentikan nuklir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Duterte Juluki Kim Jong Un 'Pahlawan Semua Orang'
Allkpop
Kim Jong Un, Moon Jae In 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong Un merupakan 'pahlawan bagi semua orang'.

Pernyataan itu ia sampaikan pada hari Minggu kemarin (29/4/2018). Padahal sebelumnya, Duterte sempat menyebut Kim sebagai pemimpin yang 'bodoh'.

Perubahan 'julukan' tersebut merupakan tanggapan Duterte terkait janji Kim yang akan bekerjasama dengan Seoul dalam melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Dikutip dari laman New York Post, Senin (30/4/2018), Duterte mengaku akan mengucapkan selamat kepada Kim yang baru saja ia anggap menjadi 'idolanya' itu.

Baca: Kisah Haru Cinta Polisi Antara Cikeas-Pontianak, Sehari Usai Menikah Ikut Tes Menembak

Tentu saja jika ia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Kim. Jika bertemu dengan anak Kim Jong Il itu, ia akan mengatakan, "saya mengagumi anda,".

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Duterte, Kim kini disanjung banyak orang lantaran kesepakatannya dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In untuk bersama-sama menghentikan nuklir.

"Dia sekarang menjadi pahlawan bagi semua orang, tampaknya dia orang yang ramah, periang, baik, dan sangat akomodatif," tegas Duterte.

Baca: Perempuan PSI Berencana Laporkan Dugaan Intimidasi atas Ibu dan Anak di Car Free Day

Baca: Kaus Politik Picu Gesekan Massa Jadi Video Viral di YouTube, Polisi Bentuk Tim

Sebelumnya, Duterte tidak hanya sekali mengkritisi aksi Kim yang berambisi untuk menguji coba nuklirnya.

Pada April tahun lalu, ia pun mempertanyakan kewarasan Kim dan meminta Amerika Serikat untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan aksi seorang pria seperti Kim yang 'ingin mengakhiri dunia'.

Beberapa bulan kemudian, Duterte menyebut Kim sebagai seorang pemimpin yang 'bodoh'.

Ia juga tidak bisa menahan diri untuk tidak memaki Kim lantaran melakukan permainan berbahaya dengan nuklir.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas