Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Fakta Pengadaan Tempat Sampah Buatan Jerman Rp 9,6 M, Anies dan Sandi Berikan Responnya

Pengadaan 2.600 tempat sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta masih menjadi perbincangan yang hangat di media sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
zoom-in 5 Fakta Pengadaan Tempat Sampah Buatan Jerman Rp 9,6 M, Anies dan Sandi Berikan Responnya
ISTIMEWA/Dokumen Sudin LH Jakarta Barat
Tempat sampah buatan Jerman yang tersimpan di Dipo Komplek Hankam, Palmerah, Jakarta Barat. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengadaan 2.600 tempat sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta masih menjadi perbincangan yang hangat di media sosial.

Hal ini dikarenakan anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mencapai angka yang fantastis yaitu Rp 9,6 M.

BACA: Tempat Sampah dari Jerman Bakal Disebar ke Semua Kecamatan di Jakarta Barat

Berikut tim Tribunnews.com himpun fakta-fakta yang terkait dengan pengadaan tempat sampah buatan dari Jerman ini.

Simak selengkapnya di sini!

1. Alasan Pemprov DKI

Melansir dari Kompas.com pada Selasa (5/6/2018), Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan bahwa tidak ada tempat sampah buatan dalam e-catalog LKPP (Lembaga Kebijakan Penyediaan Barang/Jasa Pemerintah).

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui hanya ada dua perusahaan yang menjual tempat sampah, satu buatan Jerman satu lagi buatan Cina.

"Buatan dalam negeri itu enggak ada. Kalau ada yang buatan dalam negeri pasti kita pakai dalam negeri. Di LKPP itu tinggal dua, yang buatan China sama buatan Jerman," ujar Isnawa ketika dihubungi, Minggu (3/6/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di Lapangan IRTI, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di Lapangan IRTI, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017). (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Perusahaan yang mengimport tempat sampah ini adalah PT Groen Indonesia, karena memang bergerak di bidang waste management dan perangkat pendukungnya.

Dikatakan perusahaan ini juga pernah menyediakan tempat sampah yang sama untuk Surabaya.

Isnawa juga berpendapat bahwa harga sebesar Rp 9,6 M tersebut tergolong murah jika dibandingkan dengan tempat sampah ukuran sama di pasaran.

Tak hanya itu, pengadaan tempat sampah ini juga bagian dari modernisasi alat.

Diketahui Dinas LH secara bertahap memperbarui peralatan dari mulai mengganti truk terbuka mejadi truk compactor.

Sekarang Dinas LH ingin mengganti tempat sampah berstandar dunia.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas