Polisi Datangkan Ahli dari Jepang Ungkap Pelemparan Molotov di Rumah Mardani Ali Sera
Ahli dari Jepang tersebut dilibatkan untuk mengetahui sidik jari pelaku yang menempel di botol molotov
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak penyidik kepolisian akhirnya bekerjasama dengan Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan Internasional Cooperation Agency/JICA) untuk menyelidiki kasus pelemparan bom molotov di kediaman Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
Ahli dari Jepang tersebut dilibatkan untuk mengetahui sidik jari pelaku yang menempel di botol molotov.
Baca: Teror di Rumah Mardani Ali Sera Diduga Terencana
"Kita dibantu ama Jepang buat identifikasi untuk ambil sidik jari di botol," ujar Kapolres Bekasi Kombes Indarto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018).
Hingga saat ini ahli dari Jepang tersebut belum menemukan identitas pelaku melalui sidik jari pada botol molotov. Bahkan kabarnya pihak Jepang malah mengalami kesulitan.
"Belum, tapi saya dengar mereka kesulitan karena botolnya terbuat dari benda yang tidak bisa menyerap SGL. Apalagi posisinya udah dipindah-pindah itu," jelas Indarto.
Sebelumnya, teror bom molotov terjadi di kediaman Mardani Ali Sera, Kamis (19/7) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku diperkirakan berjumlah dua orang.
Beruntung saat kejadian, bom tidak sampai meledak, petugas keamanan setempat sempat memergoki aksi kedua pelaku.
Baca: Terjatuh saat Jajal Moge Dishub, Anies: Biasa Bawa Vespa Pak
Polisi menemukan serpihan beling bekas bom molotov di depan teras rumah, satu bom molotov utuh juga ditemukan di semak-semak samping rumah.
Sejauh ini, teror bom molotov di kediaman Mardani Ali Sera masih dalam penanganan pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota.
Baca tanpa iklan