Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Kong Aris, Bertahan Hidup di Celah Sempit Jembatan Penyangga Pipa di Jantung Ibukota

Ruang beton tersebut merupakan celah kecil di jembatan penyangga pipa yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kisah Kong Aris, Bertahan Hidup di Celah Sempit Jembatan Penyangga Pipa di Jantung Ibukota
TribunJakarta.com/Leo Permana
Kong Aris, seorang penghuni jembatan penyangga pipa di Tanah Abang, Senin (17/9/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kong Aris nampak sibuk membuat sekat dari potongan kayu yang ia selipkan di antara ruang beton.

Ruang beton tersebut merupakan celah kecil di jembatan penyangga pipa yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Baca: Kisah Wandi, Penarik Perahu Eretan yang Makan dan Tidur di Perahu

Ternyata, celah kecil tersebut menjadi tempatnya berlindung dari terpaan panas, hujan maupun angin.

Pria yang rambutnya dipenuhi uban itu mengenakan kemeja hijau tosca muda dengan kancing atas yang terbuka.

Lengan kemejanya digulung hingga pergelangan tangannya. Terlihat urat-urat di kedua lengannya.

Ia mengaku sedang membuat penyekat untuk melindungi dirinya dari hembusan angin dan hujan.

Setelah kayu-kayu itu berdiri kokoh, ia pasang selembar karpet usang sebagai penyekatnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah sudah dulu, capek juga," kata Kong Aris saat ditemui wartawan TribunJakarta.com, Senin (17/9/2018).

Ia pun keluar dari celah itu untuk mengambil sapu dari huniannya.

Menggunakan sapu, dirinya membersihkan ruang tempat tinggalnya itu dari debu dan kotoran dari hasil kerjanya tadi.

Setelah bersih, dia mempersilahkan wartawan TribunJakarta.com untuk berbincang-bincang dengannya.

"Silahkan turun dek, masuk saja ke bawah," ucapnya.

Ia menempati ruang sekitar 2X2 meter, dengan alasa selembar karpet usang yang dijadikan tempat duduk.

Sembari menghisap sebatang rokok, ia menceritakan bahwa telah cukup lama tinggal di sana.

Ia mengaku hanya menggunakan huniannya itu untuk istirahat siang saja.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas