Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ayah Haringga Sirla: Saya Ingin Pelaku Dihukum Mati Semua

Sedangkan ayah korban, Siloam (52), terlihat lebih tegar meski matanya terlihat berkaca-kaca.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ayah Haringga Sirla: Saya Ingin Pelaku Dihukum Mati Semua
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Polrestabes Bandung menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan Haringga Sirla (23) yang terjadi jelang laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018). TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA 

TRIBUNNEWS.COM, INDRAMAYU - Keluarga almarhum Haringga Sirla (23), suporter Persija Jakarta yang tewas dianiaya di area stadion GBLA, menuntut para pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan jika perlu pelaku dihukum mati.

"Pokoknya jangan sampai ada satu pun yang lolos, semuanya harus dihukum setimpal," kata Mirah (55), ibu korban, saat ditemui di rumah keluarga besarnya di Blok Jembatan, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9/2018).

Ia mengatakan, penganiayaan yang dilakukan para pelaku terhadap anak bungsunya itu sudah di luar batas kewajaran.

Baca: Oknum Suporter Pengeroyok Haringga Sirla Diduga Lebih dari 30 Orang

Sebab, perlakuan mereka terhadap Haringga Sirla sangat tidak berperikemanusiaan.

"Anak saya dipukul sampai kepalanya luka," ujar Mirah.

Raut kesedihan terlihat jelas di wajah Mirah. Sesekali ia juga tampak mengusap pipinya karena tak kuasa menahan air matanya.

Sedangkan ayah korban, Siloam (52), terlihat lebih tegar meski matanya terlihat berkaca-kaca.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau saya pelaku dihukum mati semua," kata Siloam.

Suasana duka pun tampak menyelimuti rumah bercat hijau itu. Sejumlah petugas kepolisian pun turut membantu prosesi pemakaman jenazah korban hingga selesai.

Diberitakan sebelumnya, Haringga Sirla menjadi korban penganiayaan sesaat sebelum laga Persib Bandung versus Persija Jakarta dimulai, Minggu (23/9/2018).

Ia meninggal dunia setelah dianiaya oleh sejumlah oknum Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.

Jenazah korban pun langsung dibawa ke RS Sartika Asih Bandung sebelum dijemput pihak keluarga untuk dimakamkan di Jatibarang, Indramayu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas