Dari Jejak Sepatu, kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Temui Titik Terang
Sebab dari ditemukannya jejak sepatu di rumah pembunuhan satu keluarga di Bekasi, maka polisi bisa menentukan jumlah pelaku pembunuhannya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Kondisi rumah satu keluarga tewas diduga korban pembunuhan di Bekasi terjadi mulai terkuak sedikit demi sedikit.
Meski kondisinya sangat mengerikan, tetapi memberi banyak petunjuk bagi polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi ini.
Baca: Tetangga Sebut Satu Keluarga yang Tewas di Bekasi Dikenal Periang dan Akrab dengan Orang Lain
Selain itu diketahui pula bahwa Maya Ambarita (37), istri korban pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 007 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi dikenal baik dan aktif dalam Pendidik Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Hal itu diungkapkan Agus Sani Ketua RT 002 RW 007 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, kepada Wartakota, Rabu (14/11/2018).
Ia mengatakan istri korban yang ikut tewas bersama kedua anaknya juga ikut arisan bersama warga lainnya.
"Istri korban ini terlihat di arisan warga, aktif juga di PKK sama Posyandu. Iya juga sering adakan arisan keluarga," katanya.
Ia menjelaskan memang pemilik kontrakan Dauglas kakak korban bersama korban baik dan tidak pernah ada masalah. Meskipun minim komunikasi.
"Selama tiga tahun saya jadi ketua RT tidak pernah ada masalah. Baik baik saja. Kalau masalah dulu-dulu saya engga tahu," ujarnya.
Ia mengatakan korban bersama suaminya Diperum Nainggolan (38) kerja sebagai penjaga dan pengelola kosan milik kakanya. Kosan itu dua lantai dengan terdapat 28 kamar.
"Kosannya yang terisi 12 kamar, dibawah 8 diatas 4," sambungnya.
Ia menambahkan untuk kedua anaknya sekolah di Imanuel Victori tidak jauh dari rumahnya.
Anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) kelas tiga SD dan Arya Nainggolan (7) kelas satu SD.
"Anak-anak biasa cerita, main bercanda canda. Orang tuanya juga baik. Tapi ya saya sempat kesal karena saya minta data penghuni kontrakan atau kos tapi engga mau kasih datanya," paparnya.
Pantauan, lokasi kejadian saat terlihat sepi tidak seramai kemarin. Garis polisi pun masih terpasang mengitari bagian depan rumah tersebut.