Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wakil Ketua DPRD DKI Pengganti Haji Lulung Langsung Soroti Program KJP Plus Anies Baswedan

Politikus PPP Ihcwan Jayadi dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta menggantikan Abraham Lunggana langsung mengkritisi kebijakan KJP Plus Anies

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Wakil Ketua DPRD DKI Pengganti Haji Lulung Langsung Soroti Program KJP Plus Anies Baswedan
Tribunnews.com/ Yanuar Nurcholis Majid
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ihcwan Jayadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PPP Ihcwan Jayadi dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta menggantikan Abraham Lunggana alias H Lulung dalam sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Belum sampai 24 jam menjabat Wakil ketua DPRD, Ihcwan langsung mengkritisi kinerja Anies selama menjabat Gubernur DKI.

Baca: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi-Maruf Unggul di Atas 20 Persen dari Prabowo-Sandi

Satu yang disorotinya di antaranya pelaksanaan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus yang dinilai pelaksanaannya belum maksimal.

Sebab selama ini Ihcwan melihat, Anies sangat kurang dalam hal mensosialisasikan KJP Plus.

Tak hanya itu, dia juga mengkritisi penerima KJP Plus yang menurutnya tidak beraturan.

Baca: Fahri Hamzah Nilai Sebagai Ibu Muhammadiyah Sebaiknya Tidak Berpihak di Pilpres 2019

"Soal KJP, pertama ada masalah masyarakat yang belum menerima, dan yang sudah menerima engak dapet lagi, itu banyak terjadi, kalau misalkan pemerintah daerah ini sosialisasi kurang di KJP," ujar Ihcwan saat ditemui usai pelantikan di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Rekomendasi Untuk Anda

Ihcwan mengatakan KJP pada masa pemerintah sebelumnya sangat terarah serta selektif, sementara saat Anies persoalan KJP tidak tegas.

"Kemarin Pak Ahok ya, dalam hal pendaftaran KJP itu lebih terarah dan ketat selektif, sekarang karena dulu mungkin tim survei kurang diawasi ketat, sekarang engak ketat. Ya sekarang jadi kaya gini, ya biarlah gitu," ujar Ichwan. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas