Seorang Penghuni Rutan Cipinang Kabur, Diduga Ada Asmara dan Janji Uang di Baliknya
Seorang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang kabur, Jumat (7/12/2018) yang diduga berkat bantuan dari seorang perempuan pegawai Rutan Cipinang
Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang kabur, Jumat (7/12/2018).
Diduga kaburnya warga binaan tersebut berkat bantuan dari seorang perempuan pegawai Rutan Cipinang.
Hingga saat ini, Muhamad Said, warga binaan yang kabur, masih dalam pengejaran petugas.
Muhamad Said merupakan narapidana kasus narkotika.
Kepala Rutan Cipinang, Oga G Darmawan, mengatakan, kaburnya Said diduga usai menjalani persidangan.
Baca: Keluar Lapas Sukamiskin dengan Izin Berobat, Tubagus Chaeri Wardhana Malah Pergi ke Hotel
Said hingga saat ini masih menjalani proses persidangan dan belum dijatuhi vonis.
"Dia (Said) ini ditangkap karena kasus narkotika. Saat ini masih menjalani persidangan dan bila selesai dikembalikan lagi ke rutan," kata Oga, Minggu (9/12/2018).
Oga mengatakan, kaburnya satu narapidan Rutan Cipinang berawal ketika petugas rutan melakukan penghitungan terhadap napi yang ada di dalam rutan.
Saat proses penghitungan selesai hanya Ada 4.125 narapidana.
Padahal jumlah seluruhnya ada 4.126, meskipun sudah dihitung ulang hasilnya tetap sama.
Baca: 5 Tempat Makan Favorit Baim Wong dan Paula Verhoeven Saat Bulan Madu
"Saya juga ikut masuk ke dalam sel untuk ikut menghitung ulang, dan memang kurang satu orang," ujarnya.
Mengetahui ada satu narapidana yang kabur, pihaknya memerintahkan petugas untuk melakukan pencarian di sekitar Rutan Cipinang.
Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya meminta bantuan pihak kepolisian.
"Kami selamin gorong-gorong, pembuangan air sampah, dan kemudian gelanggang belakang juga tidak ada," kata Oga.