Tribun

Mengintip Asrinya Ekowisata Kebun Sabilulungan di Kampung Berseri Astra Lengkong Kulon, Tangerang

Kebun terlihat menghijau di berbagai sudut oleh aneka tanaman sayuran dan buah-buahan seperti kacang panjang, cabai, kemangi, kangkung dan jagung.

Penulis: Choirul Arifin
Mengintip Asrinya Ekowisata Kebun Sabilulungan di Kampung Berseri Astra Lengkong Kulon, Tangerang
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Ekowisata Kebun Sabilulungan di Kampung Berseri Astra (KBA) Lengkong Kulon, Tangerang, Minggu (16/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di antara ribuan bangunan rumah mewah di kawasan BSD City, Tangerang, Banten, terselip kawasan hunian warga seluas sekitar 75 hektare yang dihuni sekitar 700 kelapa keluarga yang masih bertahan. Kampung yang berada di kawasan Pagedangan ini adalah Lengkong Kulon atau oleh warga setempat akrab disapa Kampung Sawah dan menjadi satu dari sejumlah kampung binaan PT Astra International Tbk dengan nama Kampung Berseri Astra (KBA) Lengkong Kulon.

Salah satu yang menarik dari kampung ini adalah hadirnya kebun ekowisata seluas 400 meter persegi yang dikelola secara mandiri oleh warga dengan memanfaatkan lahan wakaf pemakaman warga. Saat Tribunnews menyambangi kebun ekowisata ini hari Minggu (16/12/2018) pagi, kebun ini terlihat asri oleh aneka tanaman.

Kebun terlihat menghijau di berbagai sudut oleh aneka tanaman sayuran dan buah-buahan seperti kacang panjang, cabai, kemangi, kangkung, jagung, singkong, labu air, ciplukan, pepaya, mete, kecapi, rambutan sampai mangga.

Jamil Perry, salah satu pengurus KBA Lengkong Kulon Pilar Lingkungan mengatakan, kebun ekowisat ini sudah dibuka sejak hampir setahun ini dan sudah menghasilkan aneka panenan bernilai ekonomis. Warga sudah pernah memanfaatkan panenan pisang untuk suguhan di acara pengajian malam Jumat di masjid di lingkungan KBA Lengkong Kulon.

Ekowisata Kebun Sabilulungan__2
Ahmad Romadhon, pengurus ekowisata Kebun Sabilulungan di KBA Lengkong Kulon, Tangerang, menunjukkan tanaman kacang panjang yang subur dan siap panen. Sebagian kacang panjang ini sengaja dibiarkan menua untuk digunakan sebagai bibit saat fase replanting dengan tanaman baru.

"Kita memberi nama kebun ini Kebun Sabilulungan, artinya kebun gotong royong," ungkap Jamil Perry.

Saat ini Jamil Perry bersama pengurus kebun ekowisata lainnya sedang mencoba penanaman sayuran okra, yang disebut-sebut berasal dari India yang lendirnya juga berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi.

Kebun ekowisata ini juga sedang mengembangkan kompos cair dengan memanfaatkan dedaunan dan batang sayuran tak berguna yang dibusukkan dengan media tong plastik tertutup rapat yang diberi cairan pembusuk alami.

Kompos cair
Jamil Perry, pengurus ekowisata Kebun Sabilulungan menunjukkan kompos cair buatan warga di KBA Lengkong Kulon.

Kompos cair didapat dari dedaunan yang sudah membusuk dan sebagian berubah menjadi cairan. Tetesan demi tetesan kompos cair itu dikeluarkan melalui sebuah keran di bagian bawah tong lalu ditampung dalam wadah.

Ahmad Romadhon, pengurus kebun ekowisata KBA Lengkong Kulon lainnya menjelaskan, kompos cair ini sangat berguna untuk bermacam kebutuhan. Antara lain sebagai pestisida alami untuk penyemprotan hama.

"Cara pakainya dengan mencampurkan kompos cair ini dengan 5 bagian air sebelum disemprotkan ke tanaman," ujar Ahmad Romadhon dalam perbincangan dengan Tribunnews di area kebun. 

Labu air
Labu air siap panen di ekowisata Kebun Sabilulungan, KBA Lengkong Kulon, Tangerang.
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas