Pemilih Dapil DKI Jaktim Dinilai Cerdas Memilih Caleg yang Berkualitas
Ahyan Septiani menegaskan bahwa caleg-caleg yang tidak berdomisili di dapil tentu diragukan akseptablitasnya untuk dipilih.
Editor:
Hasanudin Aco
Elfrans Golkari kembali mengingatkan warga Jaktim untuk menolak caleg yang berpotensi akan menjadi pasien KPK atau bermasalah secara hukum.
"Warga Jaktim harus cermat dan cerdas menentukan pilihannya kepada caleg-caleg yang bersih dan berintegritas," tegas Elfrans.
Politisi Senior Beringin, Erwin Ricardo Silalahi di sela-sela blusukan ke basis masyarakat pendukungnya, di Cakung, Pulogadung, Duren Sawit, Cipayung, Ciracas, Matraman, Jatinegara, Kampung Makasar, Pasar Rebo dan Kramat Jati, menegaskan tidak merasa terganggu atas hasil survei yang bias dan diragukan keakuratannya.
Erwin meyakini masyarakat lebih cerdas dan rasional untuk memilah dan memilih caleg yang sejatinya bertumbuh dan mengakar serta benar-benar memperjuangkan aspirasi mereka.
"Selama saya blusukan di tengah-tengah masyarakat, tidak saya temukan keraguan konstituen untuk menentukan piliihannya terhadap wakil rakyat berdasarkan hati nurani. Mereka tidak terpengaruh dengan hasil survei yang diyakini sebagai manuver murahan untuk melakukan framing terhadap caleg-caleg tertentu," jelas caleg DPR RI Partai Golkar Dapil DKI I Jaktim, nomor urut 2, Erwin Ricardo.
Selama ini Erwin lebih bekerja konkret untuk memenangkan paslon Jokowi-Amin pada pilpres dan memenangkan Partai Golkar di Pileg 2019.
Hal itu dia tegaskan, untuk menjaga momentum kesinambungan pembangunan nasional sebagai manifestasi pengamalan Pancasila.
"Dengan kemenangan Golkar di DPR RI ini, sebagai garansi stabilitas pemerintahan pada periode 2019-2024 agar pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan bisa berjalan secara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," tegas Erwin yang juga deklarator berdirinya AMPG, salah satu sayap pemuda Partai Golkar.