Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Jaringan Indonesia Positif Ungkap 155 Narapidana di Bekasi Mengidap HIV/AIDS

Saat memasuki lembaga pemasyarakatan (lapas), kesehatan mereka diperiksa dan dinyatakan menderita HIV/AIDS

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
zoom-in Jaringan Indonesia Positif Ungkap 155 Narapidana di Bekasi Mengidap HIV/AIDS
shutterstock
ilustrasi penjara 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Ketua Jaringan Indonesia Positif, Festika Rosani mengungkapkan sebanyak 155 narapidana di Bekasi berkategoriorang dengan HIV/AIDS (ODHA) hingga Desember 2018.

Mereka terkena virus yang mematikan itu lewat penggunaan jarum suntik berisi narkotika secara bergantian hingga perilaku seks bebas.

Baca: Penolakan Warga, Anak Pengidap HIV di Solo Kerap Berpindah Rumah

Festika Rosani mengatakan, mereka terkena virus itu sebelum masuk ke sel tahanan.

Saat memasuki lembaga pemasyarakatan (lapas), kesehatan mereka diperiksa dan dinyatakan menderita HIV/AIDS.

"Saat dinyatakan menderita HIV/AIDS, mereka langsung mendapat pendampingan khusus untuk diberikan konseling selama menjalani masa tahanan," kata Festika pada Rabu (27/2/2019).

Menurut dia, pendampingan diberikan agar mereka semangat dalam menjalani kesehariannya, sekaligus diberikan pemahaman supaya virus tidak berkembang ke tahanan lain.

Dari 155 ODHA itu, tercatat sudah 115 orang yang menjalani antiretroviral (ARV), sedangkan 40 orang lagi belum menjalani pengobatan itu.

Berita Rekomendasi

"ARV merupakan pengobatan untuk perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV," jelasnya.

Saat ini, kata dia, lokasi pengobatan untuk para penderita ODHA sudah tersebar di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Untuk di Kota Bekasi saja sudah ada tiga klinik yang melayani pengobatan pengidap HIV. Diantaranya RSUD Kota Bekasi, RS Elisabeth, dan RS Ananda.

"Mereka bisa berobat di tiga rumah sakit tersebut. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih banyak klinik lagi dibuka," ujarnya.

Dia berharap, pada tahun 2030 mendatang kasus HIV dan AIDS bisa hilang.

Paling tidak, angka kematian yang disebabkan virus tersebut sudah tidak ditemukan lagi.

Hal itu dilakukannya dengan cara pendampingan kepada seluruh penderita ODHA.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas