Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Go-Life Kutuk Aksi Kekerasan Seksual terhadap Mitra di Bandung

Head of GO-LIFE Dayu Dara sangat menyayangkan dan mengutuk keras perbuatan biadab tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fajar Anjungroso
zoom-in Go-Life Kutuk Aksi Kekerasan Seksual terhadap Mitra di Bandung
Ist
Ilustrasi korban kekerasan seksual 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi belum menetapkan tersangka atas kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa mitra Go-Massage di Bandung.

Padahal korban telah melapor ke pihak berwajib. "Iya benar (ada laporan)," ujar penyidik Polrestabes, Bandung, Jawa Barat, Ronald melalui sambungan telepon, Rabu (6/3).

Mengutip Laporan Polisi dengan nomor LP/56/III/2019/JBR/POLRESTABES, dugaan tindak kekerasan seksual itu dilakukan pelaku berinisial L di Jalan Geger Kalong Hilir No 185A, Kecamatan Sukasari, Bandung.

Dalam laporan itu disebutkan tindakan tak bermoral itu bermula saat L memesan jasa pijat melalui aplikasi Go-Massage.

Mendapat order, korban pun menjalankan tugas sebagaimana semestinya. Namun, saat pemijatan akan berakhir, pelaku  dengan paksa membalikkan tubuh korban dan melakukan pemerkosaan.

Korban pun berontak dan berteriak minta tolong. Tapi apa daya, pelaku malah membekap mulut korban dengan tangan.

Tak terima diperkosa, korban pun melaporkan aksi biadab tersebut ke Polres Kota Besar Bandung. Namun, sejauh ini pihak yang berwajib belum menetapkan siapa tersangka.

Baca: Menteri Sri Mulyani Tegaskan Tidak Ada Aturan Khusus untuk GO-PAY dan OVO

Rekomendasi Untuk Anda

Ronald mengaku belum melakukan penyelidikan lebih lanjut mulai mulai dari keterangan pelaporan dan terlapor.

Bahkan saat disinggung apakah laporan tersebut akan ditindak lanjuti, Ronald pun belum dapat memastikannya. "Tergantung, nanti kita lihat dulu," imbuhnya.

Terpisah, Head of GO-LIFE Dayu Dara sangat menyayangkan dan mengutuk keras perbuatan biadab tersebut.

Dia menekankan akan terus memberikan pendampingan kepada korban baik pendampingan dalam segi keamanan, hukum, serta perawatan dan pengobatan fisik maupun psikis.

Di samping itu, GO-LIFE juga sangat menjaga kerahasiaan identitas korban.

"Korban merupakan sosok mitra yang produktif dan juga berperan sebagai tulang punggung keluarga, dan kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan melindungi privasi identitas korban," ucapnya.

Managemen GO-LIFE, sambung Dayu, mengutuk segala bentuk kejadian yang membahayakan keamanan mitra maupun pengguna layanan, termasuk kekerasan seksual.

"Keamanan dan kenyamanan pengguna dan mitra adalah prioritas utama kami," ucapnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas