Bulan Maret 2019, Inflasi di DKI Jakarta Turun
Perkembangan harga-harga di Jakarta pada Maret 2019 membawa Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,14 persen inflasi bulanan
Editor:
Choirul Arifin
Penurunan ini disebabkan pasokan yang mencukupi di DKI Jakarta. Selain itu, harga beras juga sudah mulai mengalami penurunan, walau belum terlalu dalam.
"Panen yang terjadi di beberapa sentra produksi mendorong meningkatnya pasokan beras ke Jakarta," jelas Hamid.
Akan tetapi, harga bawang merah dan bawang putih meningkat, dan menjadi faktor penahan laju penurunan inflasi Jakarta.
"Kenaikan harga bawang merah dan bawang putih disebabkan oleh berkurangnya pasokan yang masuk ke Jakarta," imbuhnya.
Memperhatikan berbagai perkembangan harga di pasar serta bauran kebijakan pemerintah, inflasi pada April 2019 dan keseluruhan tahun diprakirakan tetap terkendali. Harga beras di bulan April diprakirakan akan kembali turun seiring dengan masih berlangsungnya panen.
Turunnya harga beras memberikan dampak yang cukup signifikan karena bobotnya yang besar di keranjang IHK.
Penguatan koordinasi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat melalui TPID, dan forum-forum yang ada akan terus ditingkatkan.
"Hal itu perlu dilakukan mengingat pengendalian harga memerlukan kerjasama dan sinkronisasi langkah kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah, serta komitmen yang kuat dalam implementasi kebijakan yang telah diputuskan," jelas Hamid.
"Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan inflasi DKI Jakarta tahun 2019 dapat tetap terjaga dan mendukung capaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,50," ujarnya.
Baca tanpa iklan