Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

Listrik Padam Nyaris 19 Jam, Warga Jakbar: Mau Mandi Aja Harus ke Pom Bensin

Lilin bagaikan berlian. Bukan cuma barangnya langka, tapi harganya pun ikutan menjulang tinggi lantaran banyak permintaan

Listrik Padam Nyaris 19 Jam, Warga Jakbar: Mau Mandi Aja Harus ke Pom Bensin
TRIBUNNEWS.COM/DANANG TRIATMOJO
Suasana sepi akibat pemadaman listrik 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Padamnya listrik pada Minggu (4/8) siang dirasa sangat mengganggu aktivitas keseharian warga yang terdampak.

Devi Bella, salah seorang warga Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat menuturkan, listrik di rumahnya baru menyala normal pada Senin (5/8) pukul 09.00 WIB.

Dia tidak mendapatkan aliran listrik selama nyaris 19 jam.

"Mati mulai dari hari Minggu jam 11 baru nyala jam 9 malam. Abis nyala terus jam 11 malam mati lagi dan baru nyala lagi itu jam 9 pagi di hari Senin," ungkap Bella kepada Tribunnews.com, Senin (5/8/2019).

Ketika listrik padam, ia mengaku air di rumahnya sedang kosong. Hal tersebut yang menyulitkan dirinya beserta keluarga dan tetangga sekitar rumah kebingungan untuk mencuci pakaian maupun membersihkan diri.

Baca: Mengapa Pemulihan Listrik yang Padam Berlangsung Lebih dari 24 Jam? Berikut Penjelasan PLN

Tak ayal, kamar mandi pom bensin dekat rumah jadi tujuan. Dirinya dan tetangganya yang lain harus pergi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi sekedar membesihkan diri.

"Kehabisan air sampai mau mandi aja kita harus ke pom bensin," tuturnya.

Selain itu, sinyal provider dirasa sangat sulit, komunikasi pun menjadi terhambat.

Bahkan ketika malam menjelang, dirinya begitu kesulitan membeli lilin sebagai cahaya penerangan sementara.

Katanya, lilin bagaikan berlian. Bukan cuma barangnya langka, tapi harganya pun ikutan menjulang tinggi lantaran banyak permintaan tapi tak dibarengi ketersediaan barang yang memadai.

"Mau beli lilin aja kaya beli berlian susah banget sampai harga di warung dan toko-toko ikut naik. Harga lilin karena banyak yang butuh, tapi stok seadaanya. Jadi harganya lumayan. Di store-store atau swalayan aja pada abis. Langka kaya minyak tanah," kata Bella.

Keesokan paginya, listrik tetap tak kunjung hidup. Bella merasa kasihan karena banyak anak-anak sekolah di perumahannya tidak bisa mandi karena terkendala air.

"Kasian anak-anak yang mau sekolah air nggak ada," ungkapnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Berita Terkait :#Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas