Wakil Wali Kota Tangsel Geram Bicarakan Kasus Kematian Calon Paskibraka Aurel
"Saya katakan kepada mereka, kamu melewati batas. Yang kemudian makan jeruk segala macam itu, itu hasilnya apa?" katanya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Kasus meninggalnya Aurellia Qurratu Aini atau Aurel, Calon Paskibraka pada masa pelatihan membuat Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie geram.
Aurel merupakan calon Paskibraka (Capaska) yang meninggal pasa masa pendidikan dan pelatihan (diklat) Paskibraka.
Benyamin geram mengetahui pernyataan tersebut. Baginya, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangsel sudah melewati batas dalam melatih para pelajar tingkat SMA itu.
"Saya katakan kepada mereka, kamu melewati batas. Yang kemudian makan jeruk segala macam itu, itu hasilnya apa, membentuk karakter enggak, membentuk sikap enggak, membentuk gerak barisan dia enggak," ujar Benyamin dengan menekan suaranya, di ruangannya, Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Jumat (9/8/2019).
Benyamin mengatakan, Wali Kota Airin Rachmi Diany meminta kepada anggota PPI Tangsel yang ingin melatih harus punya sertifikat.
• Fakta-fakta Pelecehan Seksual di Bintaro Sektor 9, Kronologi Kejadian hingga Kesaksian Pedagang Kopi
• Wakil Wali Kota Depok Bagikan 2.000 Besek Wadah Daging Hewan Kurban Secara Cuma-cuma
Sertifikat itu demi memastikan para senior Paskibraka itu tidak hanya memahami hal teknis dalam baris-berbaris dan pengibaran bendera, tetapi juga takaran dalam memberikan latihan fisik dan mental.
"Itu melewati batas. Nah itu lah perlunya sertifikat. Mereka harus tahu mengukur ketahanan anak mperempuan yang lagi datang bulan, itu harus seperti apa, itu di TNI sudah ada SOPnya," ujarnya.
Ben, sapaan karib politikus Nasdem itu mengatakan, pihaknya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan bekerja sama dengan TNI untuk membuat pelatihan itu.
"Ini kan soal tanggung jawab, soal mental, soal moral, sehingga saya sudah mintakan kepada komandan TNInya untuk nanti suatu saat dengan Dispora yang melakukan kursus kepelatihan," jelasnya.
Ben dan Dispora juga mulai mengevaluasi posisi PPI Tangsel dalam hajat diklat Paskibraka ini.
"Dievaluasi juga oleh Dispora apa yang krmudian harus disempurnakan dslam kerja sama bersama PPI. Di mana sih kewenangan PPI," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Wakil Wali Kota Geram, Sebut PPI Tangsel Melewati Batas Dalam Melatih Calon Paskibraka
Polisi dalami kematian Aurel
Polisi masih mendalami penyebab kematian anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibra) asal Tangerang Selatan, Aurellia Qurratuaini.