Tribun

Kecelakaan Maut di Cipularang

Satu Keluarga di Bekasi Jadi Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Tujuh orang keluarganya itu terdiri dari ayah, ibu, kakak, istri kakaknya, adik istri kakaknya, dan dua keponakannya.

Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Satu Keluarga di Bekasi Jadi Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang
TRIBUN JABAR/ERRY CHANDRA
Petugas mengevakuasi kendaraan dan korban kecelakaan beruntun maut di Tol Cipularang KM 92, Purwakarta, Jabar, Senin (2/9/2019). Sebanyak 20 mobil terlibat dalam kecelakaan beruntun yang menelan korban jiwa 9 orang tersebut. TRIBUN JABAR/ERRY CHANDRA 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Satu keluarga di Kota Bekasi menjadi korban luka kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, pada Senin (2/9/2019) kemarin.

Satu keluarga itu tinggal di Perumnas III, Jalan Pulau Maluku RT 02 RW 09 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Saat ini, di rumah tersebut hanya tinggal seorang diri yakni Febriyansah Putra (24) anak dari korban luka satu keluarga itu.

Ia menuturkan, sebanyak tujuh orang anggota keluarganya terlibat kecelakaan beruntun antrean mobil ditabrak truk di KM 91 Tol Cipularang tersebut.

Tujuh orang keluarganya itu terdiri dari ayah, ibu, kakak, istri kakaknya, adik istri kakaknya, dan dua keponakannya.

Ketika itu, ia baru mendapatkan kabar pada Senin (2/9/2019) sekitar pukul 14.00 WIB soal kecelakaan tersebut.

Dia sempat bingung harus melakukan apa, sampai akhirnya ia memberitahu kedua kakak lainnya yang tidak ikut dalam mobil itu.

"Saya cek berita ternyata benar kejadian kecelakaan. Saya langsung ke kerumah kakak, kasih kabar itu. Kakak langsung pada ke rumah sakit saya jaga rumah," ujar Febriyansah, saat ditemui Warta Kota, Selasa (3/8/2019).

Ia menuturkan keluarganya itu arah pulang menuju Bekasi usai berlibur dari daerah Ciwidey, Bandung.

Mereka telah berangkat dari Minggu (1/9/2019) ke Ciwidey untuk mengisi libur di Tahun Baru Islam.

Baca: Status WhatsApp yang Dipasang Suami Lagi di Tol Cipularang Bikin Panik Istri

Adapun kondisi keluarganya saat ini telah berangsur membaik.

Hanya saja, ibunya bernama Asparida (52) mengalami kondisi cukup parah yakni pendarahan otak.

"Ibu saya yang parah pendarahan otak, sekarang lagi mau dirujuk ke RS Juanda Bekasi Timur," jelas dia.

Sementara ayah bernama Zulfahmi (67) mengalami luka dalam bagian dada, lalu kakanya Rico Apriadi Tanjung (34) alami luka jahit, dua keponakannya bernama Muhamad Azka Arkenzi (6) patah tulang dan Shafira (2) terkena serpihan kaca.

Sementara Ade Suryani (33) istri kakaknya dan Vivi (27) adik dari istri kakanya dalam kondisi baik atau luka ringan.

"Untuk pulang ke rumah saya belum dapat infonya. Tapi infor terbaru ibu saya mau dibawa ke RS Juanda Bekasi Timur untuk penanganan medis pendarahan otak," ungkap dia.

Dia saat ini selalu standby bahkan rela tak tidur menanti perkembangan dan kabar terbaru soal kondisi keluarganya.

"Dari kemarin mau ikut tapi engga boleh suruh jaga rumah aja, kalau ada berkas yang perlu di foto kayak BPJS atau lainnya," katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas