Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

PA 212 Sebut Ustad Bernard Tidak Layak Berstatus Tersangka

Dalam konpers ini, Ketua Umum PA 212 Ustad Slamet Ma'arif mengatakan yang bersangkutan sebenarnya tidak layak berstatus tersangka.

PA 212 Sebut Ustad Bernard Tidak Layak Berstatus Tersangka
Lusius Genik
PA 212 menggelar konferensi pers di Sekertariat DPP PA 212, Jalan Condet Raya, Balekambang, Kramajati, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PA 212 menggelar konferensi pers (konpers) menyusul pengangkatan status tersangka terhadap Ustad Bernard Abdul Jabbar oleh Polda Metro Jaya, Selasa (8/10/3019) kemarin.

Dia berstatus tersangka karena terbukti terlibat kasus penganiayaan yang menimpa Ninoy Karundeng.

Dalam konpers ini, Ketua Umum PA 212 Ustad Slamet Ma'arif mengatakan yang bersangkutan sebenarnya tidak layak berstatus tersangka.

Pasalnya, saat kejadian Ust. Bernard mencoba menyelamatkan Ninoy.

Menurut ceritanya, saat di Masjid Al Falah, ketika sedang membantu korban, Ust. Bernard mendengar keributan yang diduga penyusup (Ninoy) yang dihakimi massa.

Baca: Kamar Apartemen Disulap Jadi Arena Judi, Wali Kota Jakut: Ini Catatan Penting Buat Kita

"Melihat kejadian itu Ust. Bernard bergegas menyelamatkan dan melindungi Ninoy," kata Ust. Slamet saat konpers di Sekertariat DPP PA 212, Jl Condet Raya, Balekambang, Kramatjati, Jakarta timur, Rabu (9/10/2019).

"Setelah itu yang bersangkutan (Ninoy) bahkan sempat mengucapkan terima kasih dan mencium tangan Ustad Bernard," lanjutnya.

Kemudian, lanjut dia, Ust Bernard sebenarnya mengimbau Ninoy agar tidak meninggalkan Masjid Al Falah karena kondisi saat itu belum kondusif.

"Jadi Ust. Bernard menyelamatkan Ninoy, bukan mempersekusi. Dia (Ust. Bernard) tidak layak berstatus tersangka," ujar Ust. Slamet.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas