Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Demo di Jakarta

Diiringi Lagu-lagu Perjuangan, Massa Gerakan Indonesia Memanggil Mulai Long March

Sembari berjalan, mereka masih melakukan orasi guna membakar semangat para demonstran yang hadir.

Diiringi Lagu-lagu Perjuangan, Massa Gerakan Indonesia Memanggil Mulai Long March
Lusius Genik
Massa aksi Gerakan Indonesia Memanggil memulai aksi long march dari Thamrin Tower menuju Istana Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa aksi Gerakan Indonesia Memanggil memulai aksi long march dari Thamrin Tower menuju Istana Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Pantauan tribunnews.com pukul 15:37 WIB, massa buruh dan mahasiswa diiringi lagu panji-panji perjuangan yang disetel dari mobil komando mulai berjalan menuju Istana Presiden.

Sembari berjalan, mereka masih melakukan orasi guna membakar semangat para demonstran yang hadir.

Baca: Jokowi: Saya Sudah 13 Kali ke Papua

Sejumlah massa juga tampak mengibarkan bendera-bendera dengan sejumlah slogan di dalamnya.

Di antaranya ada slogan bertuliskan "REFORMASI DIKORUPSI," ada juga "Segera Terbitkan Perpu KPK," dan sejumlah spanduk yang menyuarakan penolakan terhadap UU yang dinilai tidak pro-rakyat.

Diketahui massa aksi Gerakan Indonesia Memanggil ini sudah dimulai sejak pukul 11:00 WIB dengan menjadikan kawasan Bundaran HI sebagai titik kumpul.

Massa KASBI, yang terpantau tiba sekira pukul 12:00 WIB menumpangi sejumlah bus, saat itu sempat mengakibatkan kemacetan di Jalan MH Thamrin karena massa buruh memadati jalan.

Mereka juga sempat bergabung dengan massa mahasiswa yang sejak siang menunggu di depan Thamrin Tower.

"Dan inilah kawan-kawan, aksi kita ini kita harapkan mampu menegur para elite-elite politik bahwa rakyat tidak diperhatikan," ujar seorang orator dari massa mahasiswa asal Bekasi.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas