Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Grup A - Matchday 1
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Temuan Baru Anggaran Janggal Dinas Pendidikan DKI, Helm Proyek Untuk SMP dan SMK Rp 34 Miliar

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah, mengungkap temuan baru anggaran janggal di jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: bunga pradipta p
zoom-in Temuan Baru Anggaran Janggal Dinas Pendidikan DKI, Helm Proyek Untuk SMP dan SMK Rp 34 Miliar
KompasTV
Ima Mahdiah kembali temukan anggaran janggal di jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah, mengungkap temuan baru anggaran janggal di jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Temuan tersebut berupa pengadaan helm proyek senilai Rp 34 miliar.

Menurut Ima, helm proyek tersebut tertulis untuk SMP Negeri senilai Rp 32 miliar dan SMK Negeri senilai Rp 1,8 miliar. 

"Helm proyek ini disini ditulisnya untuk Biaya Operasional Penyelenggara (BOP) SMP Negeri Rp 32 miliar lalu BOP SMK Negeri Bisnis dan Manajemen itu Rp 1,8 miliar jadi total semua Rp 34 miliar," ungkap Ima dalam tayangan yang diunggah KompasTv, Sabtu (9/11/2019).

Anggota DPRD DKI fraksi PDI-Perjuangan Ima Mahdiah
Anggota DPRD DKI fraksi PDI-Perjuangan Ima Mahdiah (TRIBUNNEWS.COM/DANANG TRIATMOJO)

Ima mengungkapkan anggaran tersebut tertulis program wajib belajar 12 tahun bukan untuk anggaran renovasi.

"Disini programnya adalah program wajib belajar 12 tahun, nah pertanyaan kita, helm proyek itu kan biasanya hanya untuk renovasi ya,

rehab total sekolah sedangkan ini bukan dianggaran rehab total, karena rehab total kita ada lagi dokumennya gitu," jelas Ima.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Ima menemukan anggaran pengadaan pasir untuk Sekolah Dasar senilai Rp 52 miliar.

Menurut Ima, jumlah tersebut dianggap janggal karena anggaran bukan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana atau gedung kantor tetapi untuk alat peraga sekolah.

"Karena kalau kemarin saya lihat dari dokumen data dari KUA-PPAS,

itu bukan untuk pemeliharaan sarana prasarana bahkan gedung kantor, bukan."

"Tapi disini jatuhnya untuk alat peraga untuk SMP, SMK, Bisnis Manajemen, dan SMK Teknologi,

itu yang menurut saya janggal, buat apa pasir sebanyak," jelas Ima.

Selain itu, ada temuan pembelian pembelian penghapus cair atau tipe-ex senilai Rp 31 miliar.

Ima Mahdiah menganggap anggaran tersebut terlalu tinggi untuk membeli tipe-ex.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas