Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebelum Tewas Gantung Diri, Junaedi Minta Dicarikan 'Orang Pintar' Agar Cepat Dapat Jodoh

Saat kemarin jasadnya ditemukan, keluarga Junaedi juga turut hadir dan melihat langsung proses evakuasi yang dilakukan kepolisian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sebelum Tewas Gantung Diri, Junaedi Minta Dicarikan 'Orang Pintar' Agar Cepat Dapat Jodoh
deccanherald.com
Ilustrasi gantung diri 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Seorang pria bernama Junaedi (56), ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakannya, Gang Haji Salam 2, RT07/01, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu, (23/11/2019).

Motif utama pria paruh baya itu nekat menghabisi nyawanya sendiri diduga akibat depresi tak kunjung mendapat jodoh di usia yang menginjak lebih dari kepala lima. 

Mulyono (53), tetangga yang pertama menemukan jasad Junaedi mengatakan, sejak awal kenal, tetangganya memang kerap bercerita tentang masalah pribadinya terkait jodoh.

"Dia emang kayanya udah deperesi, dia sendiri kalau ngobrol suka cerita, ngeluh belum dapat jodoh," kata Mulyono kepada TribunJakarta.com di TKP, Minggu (24/11/2019).

Baca: Lama Menjomblo, Pria di Bekasi Pilih Gantung Diri

Baca: Dosen Undiknas Denpasar Video Call dengan Sang Istri Sebelum Benar-benar Gantung Diri

Jasad pria nahas itu kini telah dibawa ke kampung halaman oleh keluarganya.

Saat kemarin jasadnya ditemukan, keluarga Junaedi juga turut hadir dan melihat langsung proses evakuasi yang dilakukan kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemarin langsung ada keluarganya ke sini, mayatnya (jasad) juga langsung dibawa pakai ambulan desa ke kampungnya di Babelan," ujar Mulyono.

Dia juga sempat berbincang dengan seorang anggota keluarga Junaedi, pihak keluarganya kata Mulyono, sudah mengerti tentang kondisi psikologis pria berusia 56 tahun tersebut.

"Keluarganya juga kemaren bilang dari sebelum tinggal di sini sempet minta dirukiah, katanya biar cepet dapet jodoh," ungkapnya.

Malam hari sebelum kejadian bunuh diri, Mulyono mengaku sempat berbincang untuk terakhir kalinya, Junaedi kala itu minta dicarikan orang pintar agar cepat ditemukan pendamping hidup.

"Dia sendiri yang bilang (masalah jodoh), malah pas malemnya dia bilang minta cariin orang pinter supaya cepet dapat jodoh," ungkapnya.

Pria tersebut diduga melakukan aksinya pada malam hari dan baru diketahui ketika pagi hari.

Mulyono mengaku malam saat kejadian tidak mendengar suara apapun yang mencurigakan di lokasi tempat gantung diri Junaedi.

"Baru ketahuan si pagi, malem enggak denger apa-apa tetangga sini juga," jelas dia.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas