Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pro dan Kontra Anies Baswedan

Polisi Lakukan Penyekatan Massa Pro dan Kontra Gubernur Anies di Balai Kota

Polisi melakukan pengamanan antara massa kedua kubu dengan cara membuat sekat untuk memisahkan kedua kelompok yang berbeda tuntutan.

Polisi Lakukan Penyekatan Massa Pro dan Kontra Gubernur Anies di Balai Kota
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI - Pengunjuk rasa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Se Jabotabek berunjukrasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (12/12/2019). Mereka menolak penyelenggaraan acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 pada 13-15 Desember di JIExpo Kemayoran. Pengunjukrasa menilai acara tersebut lebih banyak kegiatan maksiat seperti minuman keras. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat memfasilitasi aksi penyampaian pendapat di depan gedung Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Selasa (14/1/2020) pukul 13.00 WIB.

Polisi melakukan pengamanan antara massa kedua kubu dengan cara membuat sekat untuk memisahkan kedua kelompok yang berbeda tuntutan.

Kelompok pertama mengatasnamakan vSuara Rakyat Bersatu menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bertanggungjawab atas banjir di ibu kota pada awal 2020. Adapun, kelompok kedua, elemen masyarakat mendukung Anies sebagai Gubernur.

"Pengamanan untuk kegiatan di balai kota sesuai pemberitahuan ada dua. Satu mendukung kegiatan yang dilakukan gubernur, satu lagi memberikan masukan," kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Wiraga, saat dihubungi, Selasa (14/1/2020).

Baca: Massa Pro dan Kontra Anies Baswedan Bertemu di Balai Kota, Polisi Siagakan Ratusan Personel

Menurut dia, upaya pengamanan itu dilakukan agar masing-masing kelompok dapat menyampaikan pendapat tanpa timbulnya gesekan antara satu dengan yang lain.

Selain itu, kata dia, pengguna jalan di sekitar gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan juga dapat menggunakan jalan tanpa terganggu.

Baca: Tak Tinggal Diam, Bang Japar Siap Serang Balik Ormas yang Protes Kebijakan Anies Baswedan

"Intinya dari dua kelompok yang berbeda ditambah lagi satu kelompok masyarakat yang menggunakan jalan atau lalu lintas itu bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan dengan baik atau lancar," kata dia.

Dia menegaskan pengamanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Sekitar 500 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek setempat dikerahkan mengamankan lokasi aksi unjuk rasa yang akan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

"Kami menjaga keamanan untuk unjuk rasa terjaga dan masyarakat tetap berkegiatan seperti biasa," tambahnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas