Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Ikatan Mahasiswa Magister Hukum UBK Peduli Korban Longsor Kabupaten Bogor

Ikatan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Bung Karno (UBK) menyalurkan bantuan untuk korban bencana longsor di Desa Pasir Madang Kecamatan Suka Jaya

Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Ikatan Mahasiswa Magister Hukum UBK Peduli Korban Longsor Kabupaten Bogor
dok pribadi
Dr. Didik Suhariyanto SH.MH menyerahkan bantuan yang diterima oleh bapak A.Gani selaku ketua RT setempat. 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Ikatan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Bung Karno (UBK) menyalurkan bantuan untuk korban bencana longsor di Desa Pasir Madang Kecamatan Suka Jaya Kab Bogor.

Ketua Ikatan Mahasiswa Magister Hukum UBK, Djemi Lalisang SH mengatakan pihaknya terpanggil untuk ikut merasakan kepedihan yang dialami oleh saudara kita penduduk masyarakat Desa pasir Madang Kecamatan Suka Jaya Kabupaten Bogor

Ikatan Mahasiswa Magister Hukum UBK Peduli Korban Longsor Kabupaten Bogor
Ikatan Mahasiswa Magister Hukum UBK Peduli Korban Longsor Kabupaten Bogor

"Bencana ini diawal Tahun yang sangat memprihatinkan kami meminta juga kepada aparat yang berwenang agar menindak tegas para pemodal penambang penambang ilegal yang disilanyir mengakibatkan bencana longsor tersebut," ungkapnya.

Sementara itu Direktur Magister Hukum Pascasarjana UBK, Doktor Didik Suhariyanto SH.MH yang turut serta mendampingi pemberian bantuan tersebut mengatakan, ini adalah perbuatan yang sangat tidak bisa di tolerir mengapa hanya karena mereka penambang ilegal merusak kawasan hutan untuk kepentingan pribadinya.

"Ini harus dijerat dengan Undang-Undang lingkungam hidup dan yang kedua mereka telah mengakibatkan ratusan hingga ribuan orang kehilangan rumah dan harta benda begitu juga dengan beberapa nyawa yang hilang dan belum diketemukan hingga saat ini," tutur Didik Suhariyanto.

Seperti diketahui, di Desa Pasir Madang Kecamatan Suka Jaya Kabupaten Bogor ada 185 KK yang terdampak banjir bandang dan longsor dengan seluruh korban kehilangan rumah dan harta benda berjumlah 604 orang.

Para korban masih sangat membutuhkan bantuan, baik berubah makanan instans, selimut, makanan bayi juga vitamin serta makanan yang menyehatkan mengingat masih seringnya hujan turun secara intens didaerah bencana tersebut.

Berita Rekomendasi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas