Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Sebut Masterplan Banjir di Jakarta Sudah Ada sejak 1973: Tidak Usah Lah, Ada Ide-ide Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak mempunyai satu visi yang sama untuk menangani masalah banjir di DKI Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
zoom-in Jokowi Sebut Masterplan Banjir di Jakarta Sudah Ada sejak 1973: Tidak Usah Lah, Ada Ide-ide Baru
Instagram Jokowi / Twitter @kirekswasta
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak mempunyai satu visi yang sama untuk menangani masalah banjir di DKI Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak mempunyai satu visi yang sama untuk menangani masalah banjir di DKI Jakarta.

Jokowi menekankan pentingnya untuk melakukan pelebaran sungai sebagai upaya pengendalian banjir.

Ia mengatakan, DKI Jakarta mempunyai 14 sungai yang semuanya perlu dilebarkan.

"Jakarta itu ada 14 sungai, bukan hanya Ciliwung saja. Ada Pesanggrahan, Buaran, Mookervart, Kali Cipinang, Kali Sunter, dan lain-lainnya. Semuanya perlu dilebarkan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/1/2020), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Jokowi melanjutkan, pemerintah pusat dan perintah daerah Jabodetabek harus memiliki satu visi.

Sebab, Jakarta sudah memiliki masterplan penanganan banjir sejak 1973 silam.

Sehingga, ia mengimbau semua pihak yang terkait harus melakukan semua yang sudah ada.

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Rekomendasi Untuk Anda

Jokowi menyebut, tak perlu membuat ide baru untuk mengatasi banjir, karena perencanaannya sudah ada.

"Masterplan Jakarta itu sudah ada, sejak tahun 1973. Harus melakukan apa ada semuanya," kata Jokowi.

"Jadi tidak usah lah, ada ide-ide baru. Masterplan-nya udah ada kok," jelasnya.

Jokowi berujar, dirinya tidak mempermasalahkan normalisasi atau naturalisasi yang akan jadi mekanisme pelebaran sungai.

Ia hanya ingin, solusi utamanya yaitu melebarkan sungai Jakarta.

"Sungai semuanya dilebarkan. Teknisnya mau pakai normalisasi atau naturalisasi silakan, yang penting dilebarkan," ujar Jokowi.

Pernyataan Anies Baswedan soal Normalisasi dan Naturalisasi

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menilai, normalisasi dan naturalisasi sungai di Jakarta merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas