Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketinggian Air di Underpass Gandhi Kemayoran Capai 5 Meter

"Ketinggian air masih lima meter, hari ini pihak terkait masih melakukan penyedotan air agar cepat surut," kata Unggul

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ketinggian Air di Underpass Gandhi Kemayoran Capai 5 Meter
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Air yang menggenangi Underpass Gandhi Kemayoran Jakarta Pusat tampak keruh terpantau pukul 14.44 WIB, Sabtu (25/1/2020) 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Ketinggian Air di Underpass Gandhi Kemayoran Mencapai 5 Meter

Diprotes warga

Banjir di Terowongan Kemayoran sudah menahun terjadi bila hujan deras berlangsung lama.

Terowongan yang menghubungkan wilayah Kemayoran dan Sunter itu dipastikan lumpuh tak bisa dilalui para pengendara.

Suasana Banjir yang merendam terowongan Kemayoran di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (24/1/2020).
Suasana Banjir yang merendam terowongan Kemayoran di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (24/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Sekretaris Paguyuban Warga Kemayoran, Joko Sarjono, menyindir keseriusan Pihak Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPKK) lantaran kejadian ini terus berlangsung hingga saat ini.

Joko mengusulkan banjir yang merendam terowongan itu dijadikan embung untuk wahana wisata warga sekitar.

"Kalau ternyata ini mau dijadikan embung yasudah. Diviralkan, ada embrung, area wisata untuk anak-anak. Bisa main dayungan, kan cakep," terangnya pada Jumat (24/1/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

Bila memang serius dalam menangani permasalahan yang sudah menahun ini, Joko menyarankan PPKK untuk memiliki pompa yang lebih besar.

Joko menilai pompa-pompa yang dioperasikan berukuran kecil sehingga tak bisa berfungsi maksimal.

Selaln itu, ia juga meminta pihak PPKK untuk bekerjasama dengan pemerintah terkait menangani permasalahan itu.

Di lain pihak, Direksi Perencanaan dan Pembangunan PPK Kemayoran, Riski Renando, mengatakan, titik permasalahannya bukan pada ukuran pompa.

Ia menyebut debit air sungai yang tinggi menyebabkan air meluap ke sekitar waduk di Kemayoran.

Pompa yang bertujuan untuk menyedot air dari terowongan Kemayoran dan dibuang ke sungai akan berujung sia-sia lantaran air akan kembali lagi ke waduk.

"Kapasitas hujannya deras sekali, sungainya lagi tinggi juga. Kita sudah melakukan dengan pompa yang ada. Tapi kalau air sungainya tinggi, balik lagi ke waduk. Pakai seribu pompa kalau airnya balik lagi, ya pasti balik lagi," ujarnya.

Warga sebut sudah bertahun-tahun terjadi

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas