Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Unsur Radioaktif di Perumahan Batan Indah Cs 137, Sama Seperti Tragedi Chernobyl

Bocornya nuklir tersebut membuat Chernobyl yang tadinya padat mendadak menjadi kota hantu.

Unsur Radioaktif di Perumahan Batan Indah Cs 137, Sama Seperti Tragedi Chernobyl
santafenewmexican.com
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl setelah meledak pada 26 April 1986, di Pripyat, Uni Soviet. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Unsur radioaktif yang mencemari area Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan diketahui Cs 137.

Unsur tersebut sama yang terjadi di Chernobyl, Ukraina medio 1986 silam.

Waktu itu, Ukraina yang masih menjadi wilayah Uni Soviet mengalami bencana terparah sepanjang masa.

Bocornya nuklir tersebut membuat Chernobyl yang tadinya padat mendadak menjadi kota hantu. 

Area paparan radioaktif Cs 137 saat itu juga sangat luas yakni 2.600 kilometer persegi.

Baca: Warga Diminta Menjauh dari Area Radiasi Nuklir di Perumahan Batan Indah

Temuan unsur Cs 137 di Perumahan Batan Indah awalnya dikemukakan oleh Kepala Biro Hukum, Kerjasama dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan. 

Cs adalah unsur kimia bernama Cesium dalam bahasa Inggris atau sesium. 

Tragedi Chernobyl bermula dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl meledak.

Baca: Ada Paparan Radioaktif, Sampel Tanah dan Air di Perumahan Batan Indah Diteliti

Meledaknya PLTN yang berada di kota Pripyat, Ukraina tersebut. 

Bencana ini diawali saat sebuah uji coba sistem dilakukan pada 26 April 1986 di reaktor nomor 4 Chernobyl yang terletak di kota Pripyat, tak jauh dari perbatasan dengan Belarus dan Sungai Dnieper.

Baca: Gonjang-ganjing Formula E, PSI Minta Pemprov Buka Notulen Rapat TSP

Tiba-tiba, terjadi lonjakan daya dan saat prosedur darurat untuk mematikan reaktor dilakukan, terjadi gelombang daya yang lebih besar yang memicu pecahnya reaktor dan serangkaian ledakan.

Api yang dihasilkan ledakan reaktor itu mengirim debu radioaktif ke udara dan mengirimnya ke sebagian besar wilayah Uni Soviet dan Eropa.

Sebanyak 4000 orang tewas dalam peristiwa tersebut.(Willy Widianto)

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas