Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menolak Serahkan Ponsel, Komplotan Begal Sabet Petugas PPSU dengan Celurit

Korban menjadi incaran kawanan begal saat sedang menyapu jalanan sekira pukul 04.00 WIB.

Menolak Serahkan Ponsel, Komplotan Begal Sabet Petugas PPSU dengan Celurit
Wartakota/henry lopulalan
ILUSTRASI BEGAL WARTEG - Empat tersangka begal warteg dihadirkan dalam rilis di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Minggu (26/1/2020). Polisi menangkap empat orang begal Warteg Mamoka Bahari di kawasan Pesanggrahan dengan barang bukti yakni dua unit motor, celurit, serta dompet yang dirampas pelaku. (Warta Kota/henry lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nasib naas menimpa Petugas Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU), Suminan (58) saat tengah bekerja menyapu jalanan di Jalan Letjen Suprato, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020) dini hari.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, korban menjadi incaran kawanan begal saat sedang menyapu jalanan sekira pukul 04.00 WIB.

Akibatnya, ia mengalami luka sabetan celurit di bagian pinggang.

Ketika itu, korban telah selesai membersihkan jalan dan hendak mengabadikan hasil kerjanya dengan ponsel. Namun saat itu, kawanan begal tersebut menyerang korban dengan senjata tajam.

"Korban saat itu usai menjalankan tugasnya sebagai petugas PPSU," kata Heru kepada awak media, Rabu (26/2/2020).

Baca: Pose Pertama BCL Usai Berkabung, Tampil Senyum Bareng Maia Estianty dan Rossa

Heru mengungkapkan, kelompok kawanan begal yang diketahui masih muda tersebut berjumlah empat orang. Mereka mengemudikan sepeda motor sembari mengancam dengan celurit untuk memaksa korban memberikan ponsel miliknya.

Baca: Pinjaman Online Lagi Disorot, Begini Metode Penagihan yang Benar Menurut Cashwagon

"Empat orang anak muda mengendarai sepeda motor langsung turun dan mengacungkan senjata tajam jenis celurit, dibarengi dengan ucapan dari salah satu pelaku yang membawa senjata tajam. nada keras meminta menyerahkan handphone," ungkapnya.

Mendapatkan ancaman itu, Suminan menolak untuk memberikan ponsel miliknya tersebut. Korban sempat melawan para kawanan begal tersebut dengan pertahanan seadanya.

"Namun, korban disabet dengan senjata tajam di bagian belakang sebanyak dua kali. Sehingga korban mengalami luka di bagian pinggang belakang," tuturnya.

Usai melumpuhkan korban, pelaku langsung membawa lari ponsel dan sepeda motor milik Suminan. Korban pun langsung dilarikan ke Rumah Islam Jakarta oleh warga beberapa saat setelah kejadian.

Heru menuturkan, pihaknya masih melalukan pengejaran terhadap para pelaku pembegalan tersebut.

"Perkara ditangani oleh Polsek cempaka putih," tutupnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas