Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kronologi dan Penyebab Driver Ojol Bakar Diri Bersama Anak Balitanya di Cengkareng

Sedangkan Andri (39) sang ayah, yang sekujur tubuhnya menderita luka bakar masih dalam keadaan tengkurap.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kronologi dan Penyebab Driver Ojol Bakar Diri Bersama Anak Balitanya di Cengkareng
Polsek cengkareng
Kamar korban yang diduga sengajar dibakar untuk membakar dirinya sudah dipasangi garis polisi 

Polisi menemukan botol berisi sisa bensin yang digunakan untuk membakar dirinya.

"Ditemukan di kamarnya, korban bersama anaknya yang masih balita sudah dalam keadaan terluka bakar serius," kata Khoiri.

Saat ditemukan korban dan anaknya masih dalam keadaan hidup meskipun mengalami luka bakar serius hampir di seluruh tubuhnya.

Baca: Niat Suami Bakar Istri dan 2 Anak Hidup-hidup di Surabaya Pupus, Rumah Terlanjur Ludes Terbakar

Sebelum ditemukan terbakar, saksi mengatakan ada api berasal dari dalam kamar korban.

Sementara saat kejadian posisi pintu kamar terkunci dari dalam.

Melihat ada api, saksi dibantu warga kemudian berusaha memadamkan api.

Sebelum api sempat membesar, warga sudah berhasil memadamkannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Khoiri menerangkan, dari kamar korban, polisi turut mengamankan botol air mineral kosong yang berbau bensin dan kain panjang.

"Diduga bensin telah digunakan untuk membakar dirinya dan mengenai anaknya," kata Khoiri.

Teriakan sang anak

G (4) balita yang jadi korban aksi sang ayah bakar diri sempat berteriak meminta tolong memanggil nama ibunya.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri, mengatakan berdasarkan keterangan anak tiri korban yang menyaksikan peristiwa tersebut, Reva (15), api terlihat mulai berkobar dari dalam kamar korban pagi sekira pukul 04.30 WIB.

Kamar korban yang diduga sengajar dibakar untuk membakar dirinya sudah dipasangi garis polisi
Kamar korban yang diduga sengajar dibakar untuk membakar dirinya sudah dipasangi garis polisi (Polsek cengkareng)

Ia yang panik kemudian meminta tolong seisi rumah mendengar G berteriak sambil menangis memanggil nama ibunya.

Baca: Kebakaran Panti Pijat Tradisional di Kupang, Pemilik Mengaku Rugi Rp 500 Juta

"Saksi sempat mendengar benda jatuh dari dalam kamar setelah itu api membesar. Setelah itu, dia dengar anak korban meminta tolong memanggil nama ibunya," kata Khoiri saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2020).

Khoiri menerangkan, saat pintu kamar didobrak anggota keluarga, pihak keluarga langsung mengevakuasi G yang masih sadar kendati sudah mengalami luka bakar parah.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas