Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penjelasan Rahmat Effendi soal Rapid Test Massal di Stadion Patriot yang Dikritik Dokter

Ia menerangkan, jika kemarin terjadi kerumuman, dikarenakan informasi instruksi yang belum dipahami dengan baik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penjelasan Rahmat Effendi soal Rapid Test Massal di Stadion Patriot yang Dikritik Dokter
AFP/Rezas
Petugas kesehatan bersiap melakukan rapid test Covid-19 massal di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3/2020). Rapid test massal tersebut dilakukan terhadap orang-orang yang berisiko tinggi terpapar dan dimaksudkan untuk mengidentifikasi penyebaran virus corona atau Covid-19. AFP/Rezas 

Saat awal tes sempat terjadi keributan hingga terjadi kerumuman, sehingga mereka berdekatan alias tidak menjaga jarak.

pemeriksaan cepat yang dilakukan di stadion dikritisi oleh salah seorang dokter di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi.

Dokter perempuan yang minta identitasnya tidak disebutkan menilai, seharusnya Pemkot Bekasi melakukan pemeriksaan cepat dengan menyambangi lokasi tim medis itu bekerja.

Sebab, digelarnya pemeriksaan cepat di stadion ini sama juga dengan mengumpulkan massa.

"Jadi waktu saya masuk, saya jujur saya benar-benar kecewa sama sistem yang dilakukan sama Dinkes Kota Bekasi."

"Ini namanya mengumpulkan massa," ucap dokter tersebut saat ditemui di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, Rabu (25/3/2020).

Ia menilai informasi yang diberikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui akun instagramnya, berbeda saat penerapan.

Sebab, sesuai informasi Ridwan Kamil, para petugas medis akan dites di stadion menggunakan metode drive thru.

"Kalau ODP dan PDP kan diperiksa door to door atau datang ke rumah."

"Yang lain kan pakai drive thru, itu informasinya," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Akan tetapi saat sampai lokasi, dirinya terkejut melihat massa tim medis begitu banyak dikumpulkan di satu lapangan.

"Saya sampai di lokasi saya lihat massa dikumpulkan sebegitu banyak tanpa APD yang lengkap."

"'Padahal saya saja kan tangani pasien ODP dan PDP di rumah sakit," bebernya.

"Jujur saya benar-benar kecewa banget, Pak Ridwan Kamil, ini bagaimana, Pak?"

"Kok mengumpulkan massa, bukannya anjuran pemerintah itu tidak boleh mengumpulkan massa?"

"Karena ini semuanya tenaga medis, kami semua berisiko menularkan," keluhnya.

Yang lebih membuat dirinya kecewa, katanya, alat pemeriksaan cepat habis, sehingga dirinya hanya diambil sampel darah.

"Jadi nanti pemeriksaan cepatnya, darah saya dicek kalau hasilnya positif atau negatif nanti mereka akan hubungi saya," ungkapnya.

Ia menambahkan, sistem seperti ini tak menutup kemungkinan bakal mempermudah penyebaran Virus Corona.

Misalnya, ada satu saja yang ternyata positif, bisa jadi satu stadion terkena.

"Kalau begini namanya kita membantu menyebarluaskan."

"Jadi saya harap itu kita bisa tiru lah Pemerintah Korea Selatan bagaimana mereka menangani Corona," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas