Penjelasan Rahmat Effendi soal Rapid Test Massal di Stadion Patriot yang Dikritik Dokter
Ia menerangkan, jika kemarin terjadi kerumuman, dikarenakan informasi instruksi yang belum dipahami dengan baik
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Rapid test atau pemeriksaan cepat massal yang digelar Pemkot Bekasi di Stadion Patriot, Rabu (25/3/2020) kemarin dikritik oleh seorang dokter.
Sebab, mengumpulkan massa dalam satu tempat dinilai mengabaikan instruksi jaga jarak fisik satu dengan lainnya.
Baca: Perawat di Italia yang Bunuh Diri Sempat Stres Berat Sebelum Dinyatakan Positif Virus Corona
Dengan berkumpulnya massa di Stadion Patriot, justru berpotensi menyebarkan virus corona atau Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, ada kesalahan pemahaman terkait konsep penggunaan pemeriksaan massal.
"Loh, kemarin itu kan kita lagi latihan, karena konsep awal rapid itu di brosur diterangkan pakai vena."
"Pak Gubernur itu menyampaikan pakai Caviler," kata Rahmat Effendi kepada awak media di Stadion Patrior Candrabaga, Kota Bekasi, Kamis (26/3/2020).
Maka proses pemeriksaan cepat, kata Rahmat Effendi, diputuskan melalui vena setelah rapat dengan dokter rumah sakit umum.
"Karena perubahan itu maka tidak bisa diterapkan jika pakai drive thru, tapi kan kita tetap patuhi protokol kesehatan," jelasnya.
Ia menerangkan, jika kemarin terjadi kerumuman, dikarenakan informasi instruksi yang belum dipahami dengan baik.
Setelah dipahami, proses pemeriksaan cepat kemarin berjalan tertib dan memperhatikan jarak.
"Itu kan jaraknya semeter-semeter saya bikin."
"Kalau pagi mereka masih bergerombol mungkin karena instruksinya belum terlalu tepat."
"Setelah itu kan nyaman, enak, jadi seyogianya kita cari yang terbaik," kata dia.
Rahmat Effendi memastikan proses pemeriksaan cepat di stadion bakal memperhatikan protokol kesehatan dan maklumat tentang larangan terjadi perkumpulan.
"Maka yang dites yang sudah terdata dan dapat undangan sesuai kategori."
"Prosesnya juga cepat, jam 12 selesai."
"Kita juga kan terapkan door to door ke ODP dan PDP," paparnya.
Pemerintah Kota Bekasi melakukan pemeriksaan cepat atau tes cepat Covid-19 kepada ratusan tim medis di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, Rabu (25/3/2020).
Ratusan tim medis itu dites cepat Virus Corona di area stadion.
Saat awal tes sempat terjadi keributan hingga terjadi kerumuman, sehingga mereka berdekatan alias tidak menjaga jarak.
pemeriksaan cepat yang dilakukan di stadion dikritisi oleh salah seorang dokter di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi.
Dokter perempuan yang minta identitasnya tidak disebutkan menilai, seharusnya Pemkot Bekasi melakukan pemeriksaan cepat dengan menyambangi lokasi tim medis itu bekerja.
Sebab, digelarnya pemeriksaan cepat di stadion ini sama juga dengan mengumpulkan massa.
"Jadi waktu saya masuk, saya jujur saya benar-benar kecewa sama sistem yang dilakukan sama Dinkes Kota Bekasi."
"Ini namanya mengumpulkan massa," ucap dokter tersebut saat ditemui di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, Rabu (25/3/2020).
Ia menilai informasi yang diberikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui akun instagramnya, berbeda saat penerapan.
Sebab, sesuai informasi Ridwan Kamil, para petugas medis akan dites di stadion menggunakan metode drive thru.
"Kalau ODP dan PDP kan diperiksa door to door atau datang ke rumah."
"Yang lain kan pakai drive thru, itu informasinya," tuturnya.
Akan tetapi saat sampai lokasi, dirinya terkejut melihat massa tim medis begitu banyak dikumpulkan di satu lapangan.
"Saya sampai di lokasi saya lihat massa dikumpulkan sebegitu banyak tanpa APD yang lengkap."
"'Padahal saya saja kan tangani pasien ODP dan PDP di rumah sakit," bebernya.
"Jujur saya benar-benar kecewa banget, Pak Ridwan Kamil, ini bagaimana, Pak?"
"Kok mengumpulkan massa, bukannya anjuran pemerintah itu tidak boleh mengumpulkan massa?"
"Karena ini semuanya tenaga medis, kami semua berisiko menularkan," keluhnya.
Yang lebih membuat dirinya kecewa, katanya, alat pemeriksaan cepat habis, sehingga dirinya hanya diambil sampel darah.
"Jadi nanti pemeriksaan cepatnya, darah saya dicek kalau hasilnya positif atau negatif nanti mereka akan hubungi saya," ungkapnya.
Ia menambahkan, sistem seperti ini tak menutup kemungkinan bakal mempermudah penyebaran Virus Corona.
Misalnya, ada satu saja yang ternyata positif, bisa jadi satu stadion terkena.
"Kalau begini namanya kita membantu menyebarluaskan."
"Jadi saya harap itu kita bisa tiru lah Pemerintah Korea Selatan bagaimana mereka menangani Corona," ucapnya.
Di Korea Selatan, katanya, proses pemeriksaan cepat hanya melibatkan satu orang yang dites, dan satu orang yang mengetes.
Kemudian, mereka juga melakukan tes swab atau PCR, tidak hanya ambil darah.
"Jujur saya sangat menyesal sekali datang hari ini, tapi apa mau dikata ya udah."
"Saya harap ke depannya bisa diperbaiki lagi," cetusnya.
Baca: Penjelasan Ahli Jawab Pertanyaan Kapan Pandemi Virus Corona Bakal Berakhir
Sebanyak 365 tenaga medis ikut simulasi dan pemeriksaan cepat Covid-19 di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, Rabu (25/3/2020).
pemeriksaan cepat dengan mengecek sampel darah para tenaga kesehatan ini dilakukan sebelum mereka melakukan tugas ke lapangan door to door ke rumah warga yang diduga terpapar Covid-19.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: DOKTER Kecewa pemeriksaan cepat di Stadion Timbulkan Kerumunan, Wali Kota Bekasi: Loh, Itu Kan Lagi Latihan