Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

12 Kelurahan di Jakarta Barat Nol Kasus Covid-19

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengklaim masih ada RT dan RW di wilayah Jakarta Barat yang nol kasus Covid-19.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in 12 Kelurahan di Jakarta Barat Nol Kasus Covid-19
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengklaim masih ada RT dan RW di wilayah Jakarta Barat yang nol kasus Covid-19.

Menurut data yang diunggah https://corona.jakarta.go.id/peta per Jumat (3/4/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat 12 kelurahan tanpa kasus virus corona.

Berikut rincian 12 kelurahan tanpa kasus virus corona:

- Kecamatan Cengkareng; Rawa Buaya.

- Kecamatan Tamansari; Krukut, Mangga Besar, Maphar, Pinangsia.

- Kecamatan Palmerah; Kota Bambu Selatan.

- Kecamatan Tambora; Angke, Duri Selatan, Duri Utara, Roa Malala, Tambora, dan Tanah Sereal.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk itu Rustam mengimbau pengurus tingkat RW sampai RT dan masyakarat agar menjaga wilayahnya, jangan sampai ada warganya terkena virus Corona.

"Ada juga wilayah RW yang masih hijau (zona hijau), di mana belum ada warga yang kena Covid-19. Inilah yang seharusnya, secara ekstra kita amankan, jangan sampai mereka yang bersih tertular," kata Rustam seperti dikutip dari Kompas.com saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Barat Jumat (3/4/2020).

Salah satu caranya dengan menerapkan isolasi atau karantina wilayah tingkat RT atau RW.

Ini dilakukan dengan menutup akses masuk di komplek dan gang rumahnya berdasar kesepakatan warga.

Baca: PDP Asal Brebes Meninggal di RSUD Kardinah Setelah Dirawat Selama 3 Hari

Baca: BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hari Ini, Waspada Sejumlah Wilayah Hujan Lebat Disertai Petir

Setelah wilayah diisolasi secara mandiri Rustam meminta agar lurah dan camat mencatat juga memperhatikan wilayah tersebut.

Rustam juga mengimbau warga untuk tidak menutup semua akses jalan di wilayah yang diisolasi.

Pasalnya, ini berguna bagi warga yang hendak membeli makanan atau kebutuhan sehari-hari mereka.

"Jadi masih ada aktiitas. Terpenting distribusi barang, kesehatan dan makanan masih bisa masuk," kata Rustam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas