Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ojol Bakal Terdampak PSBB di Jakarta, Dilarang Boncengi Penumpang karena Langgar Physical Distancing

"Jadi motor atau roda dua hanya diperbolehkan untuk satu orang, termasuk juga bagi ojek online," kata Nana

Ojol Bakal Terdampak PSBB di Jakarta, Dilarang Boncengi Penumpang karena Langgar Physical Distancing
Tribunnews/JEPRIMA
Pengemudi ojek online saat melintasi kawasan Thamrin , Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020). Berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta mulai 7 April 2020, pemerintah melarang transportasi daring khususnya sepeda motor untuk mengangkut penumpang. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan telah menyetujui usul Pemprov DKI Jakarta terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah menyatakan akan mulai memberlakukan PSBB pada Jumat, 10 April 2020 pekan ini.

Baca: Ada Kasus Positif Covid-19 Tanpa Gejala di Indonesia: Sering Kehausan, Tanpa Demam dan Batuk

Polda Metro Jaya juga mulai melakukan sosialisasi agar warga Jakarta memahami pemberlakuan PSBB itu. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan pihaknya akan melakukan penegakan hukum sebagai langkah terakhir agar masyarakat menaatinya.

Salah satunya, kata dia, adalah pada pembatasan moda transportasi angkutan barang dan penumpang, baik angkutan umum atau pribadi.

"Untuk kendaraan pribadi, misalnya mobil Avanza kapasitas 6 orang, hanya boleh 3 orang. Ini juga berlaku bagi roda dua. Jika kendaraan roda dua berboncengan, maka jelas melanggar physical distancing," kata Nana dalam konpers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/4/2020).

Karenanya kata dia sepeda motor hanya bisa dikendarai seorang diri tanpa berboncengan.

"Jadi motor atau roda dua hanya diperbolehkan untuk satu orang, termasuk juga bagi ojek online," kata Nana.

Jika pengendara motor diketahui berboncengan katannya maka akan diberi sanksi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas