Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Gelar Rapid Test Massal, Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Periksa Hingga 500 Orang Per Hari

Sandiaga berharap rapid test yang digelar dapat menjangkau sebanyak 50.000 orang dari delapan provinsi yang termasuk dalam zona merah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gelar Rapid Test Massal, Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Periksa Hingga 500 Orang Per Hari
HO/Warta Kota
Sandiaga Uno dan Relawan Indonesia Bersatu Gelar Rapid Test Massal di Wisma Atlet Kemayoran, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

"Fokus penyaluran di delapan provinsi, utamanya di zona merah," imbuh Sandi.

Selain itu, Gerakan Relawan Indonesia Bersatu Lawan covid-19 juga menegkankan program bernama Jaring Pengaman Sosial.

Program tersbeut diungkapkan Sandi berupa pendistribusian paket sembako kepada masyarakat.

Kali ini, pihaknya menargetkan sebanyak 20.000 paket sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat di zona merah.

"Khususnya di daerah padat, daerah pra sejahtera, daerah di mana masyarakat merasakan dampak terberat dari krisis ekonomi yang ditimbulkan pasca pandemi covid-19," ungkap Sandi.

"Dan tentunya ini yang paling ditunggu oleh masyarakat dan kami akan bekerjasama dengan tokoh-tokoh lokal, tokoh-tokoh masyarakat, forum RT-RW," jelasnya.

Kegiatan selanjutnya dijelaskan Sandi adalah dekontaminasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Kegiatan tersebut katanya berupa penyemprotan disinfektan dengan menggunakan truk tangki serta tabung disinfektan yang sudah dibagikan kepada masyarakat.

"Target kami juga adalah delapan provinsi yang menjadi target utama zona merah dan sudah menerapkan PSBB," imbuhnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, lewat Gerak Relawan yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, pihaknya melakukan edukasi physical distancing kepada masyarakat.

Materi sosialisasi di antaranya cuci tangan serta belajar, bekerja dan beribadah di rumah aja dan tidak mudik lebaran.

"Ini saya garis bawahi supaya tidak mudik, karena ini merupakan risiko terbesar juga," jelas Sandi.

Dia mengungkapkan, kegiatan tersebut difokuskan untuk mempersiapkan bangsa jelang puncak pandemi yang diperkirakan terjadi pada bulan Mei 2020 mendatang.

"Kami harapkan tentunya dengan gerak kita, kita tentunya bisa mencegah penularan dan penyebaran serta memutus mata rantai covid-19 ini," jelas Sandi.

"Kami akan lakukan kegiatan ini secara simultan dan fokusnya ini adalah satu bulan ke depan," katanya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas