Di Usia 75 Tahun, Nek Kamih Masuk Keluar Gang di Ibu Kota Jualan Lauk Demi Menyambung Hidup
Nek Kamih pernah 35 tahun menjadi juru masak rumah sakit swasta di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Editor: Hasanudin Aco

Pepes tahu, ayam, kentang balado hingga oseng pare, sekian lauk yang dijual Nek Kamih.
Ia biasa berdagang keliling Gang Jengkol, Jatisampurna, Kota Bekasi, selepas salat salat Asar.
Di usia yang tak lagi muda ini, Nek Kamih terpaksa harus jalan memutar untuk mendapatkan pembeli.
Rute biasanya ia lewati terpaksa ditutup warga setempat akibat pandemi Covid-19.
Beberapa hari terakhir ini dagangannya sepi pembeli. Ia pun mesti ke kampung sebelah agar dagangannya habis.
"Biasanya keliling bisa dapat Rp 200 ribu, sekarang dapat Rp 100 ribu saja sudah bagus," terang Nek Kamih.
Lelah sudah pasti, tapi Nek Kamih selalu mengucap doa di tiap langkahnya mencari rupiah agar berkah.
"Alhamdulillah sekarang setiap pulang sisanya sedikit," katanya.
Pas awal-awal puasa saya berhenti jualan dulu, baru dilanjutkan menjelang akhir puasa," sambung Nek Kamih.
Juru Masak Rumah Sakit
Nek Kamih tak pernah benar-benar sepi pembeli, karena sudah punya langganan.
Mereka setia dengan cita rasa lauk pauk hasil olahan Nek Kamih yang terus dipertahankan.
"Warga di sini sudah tahu rasa masakan saya. Makanya kalau saya jualan biasanya mereka beli."
"Walaupun beberapa tapi mereka masih sempatkan untuk membeli," jelasnya.