Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemprov DKI dan Kemen-PUPR Buat Satgas Grebek Lumpur 11 Juta Meter Kubik

Ada 13 sungai yang merupakan kewenangan Kementerian PUPR, dimana volume pengerukannya sebesar 11.693.900 meter kubik.

Pemprov DKI dan Kemen-PUPR Buat Satgas Grebek Lumpur 11 Juta Meter Kubik
Tribunnews/Jeprima
Petugas Peralatan dan Perbekalan (Alkal) Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan pengerukan pada aliran Sungai Ciliwung, di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2020). Pengerukan tersebut untuk menormalkan kedalaman sungai sehingga aliran air semakin lancar. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam upaya peningkatan kapasitas sungai dan drainase, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama Kementerian PUPR akan membuat satuan tugas (satgas) penanggulangan banjir, di tahun 2020 ini.

Ada 13 sungai yang merupakan kewenangan Kementerian PUPR, dimana volume pengerukannya sebesar 11.693.900 meter kubik.

Satgas penanggulangan banjir ini akan membuat program grebek lumpur. Mereka bakal melakukan pengerukan lumpur - lumpur itu secara masif di seluruh wilayah yang dilewati 13 sungai tersebut.

Baca: 22 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Bandang Bolaang Mongondow Selatan, BNPB Kirim Heli Logistik

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf dalam video rapat pimpinan yang diunggah kanal Youtube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (6/8/2020).

"Rencana di tahun 2020 ini membuat satgas penanggulangan banjir, programnya program grebek lumpur. Kita akan membersihkan lumpur secara masif di seluruh wilayah," ungkap Juaini.

Berkenaan dengan upaya penanggulangan banjir ibu kota, Dinas SDA DKI juga akan membangun sejumlah waduk.

Diantaranya waduk di Pondok Ranggon yang rencananya dibangun pada area 17,11 hektare, dengan lahan yang telah dibebaskan sebesar 11,05 hektare.

Pembangunan waduk Pondok Ranggon berfungsi untuk memotong debit banjir sebanyak 20 persen dari aliran Kali Sunter.

Waduk Brigif juga akan dibangun seluas 10 hektare. Saat ini lahan yang sudah bebas sebesar 8 hektare. Fungsi waduk Brigif yakni memotong debit banjir 20 persen dari aliran Kali Krukut.

Dinas SDA juga tengah membangun waduk Lebak Bulus dengan rencana luas 3,8 hektare. Waduk ini berfungsi untuk memotong debit banjir pada aliran Kali Grogol.

Tahun 2020 difokuskan untuk pembebasan lahan, sementara pembangunan tahap awal akan berlangsung tahun 2021. Sejumlah waduk itu diproyeksikan rampung pada Maret tahun 2022.

"Rencana untuk pembebasan lahannya di tahun 2020 ini, kemudian untuk fisiknya di awal tahun 2021, dan kita Insya Allah finishing Maret 2022," ucap Juaini.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas