Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

TERBONGKAR, Praktik Peredaran Surat Swab Tes Palsu di Bandara Soekarno Hatta, Begini Kronologinya

Kasus praktik peredaran surat swab tes palsu terbongkar.Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil mengungkap pelakunya.

TERBONGKAR, Praktik Peredaran Surat Swab Tes Palsu di Bandara Soekarno Hatta, Begini Kronologinya
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil mengungkap kasus praktik peredaran surat swab tes palsu. Polisi mengamankan satu orang pelaku dalam kasus itu. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG -- Kasus praktik peredaran surat swab tes palsu terbongkar.Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil mengungkap pelakunya.

Polisi mengamankan satu orang pelaku dalam kasus itu.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Adi Ferdian.

Ia menjelaskan tersangka yang diamankan yakni berinisial FR (30).

"Hari ini kami mengungkap kasus terkait pemalsuan dokumen kesehatan yang diperlukan dalam perjalanan moda transportasi udara pada masa pandemi Covid-19," ujar Adi di Mapolresta Bandara Soetta, Senin (10/8/2020).

Kejadian tersebut berlangsung di Area Check In Keberangkatan Domestik Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Pada penerbangan Garuda Indonesia GA 656 Jakarta menuju Jayapura pada Rabu (15/7/2020) lalu.

Baca: Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren, NU Care Swab Test Guru Ngaji

Baca: Pemeriksaan Tes PCR di Jepang Akan Capai Sedikitnya 56.000 per Hari

Petugas melakukan pengambilan sampel usap tenggorokan dan hidung kepada seluruh pegawai Setda Kendal, Kamis (6/8/2020) lalu.
Petugas melakukan pengambilan sampel usap tenggorokan dan hidung kepada seluruh pegawai Setda Kendal, Kamis (6/8/2020) lalu. (TribunJateng.com/Saiful Masum)

"Pelaku mendapatkan surat hasil negatif swab PCR palsu yang tertulisnya Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede dari seseorang yang tidak pelaku kenal pada kelompok keagamaan yang diikuti yang bersangkutan," ucapnya.

Adi menyatakan surat tersebut dapat dinyatakan palsu. Karena fasilitas Asrama Haji Pondok Gede terakhir operasional pada tanggal 30 Mei 2020.

"Kami pun langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akhirnya mengamankan tersangka," kata Adi.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas