Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PSBB di Jakarta

Sepekan PSBB, Jumlah Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Turun 22,83 Persen

Terjadi penurunan rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan sebesar 22,83 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB masa transisi.

Sepekan PSBB, Jumlah Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Turun 22,83 Persen
WARTA KOTA/
OPERASI YUSTISI PENCEGAHAN COVID-19 - Petugas gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP, melakukan operasi yustisi pencegahan Covid-19 di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020). Sasaran dari operasi ini adalah angkutan umum dan angkutan barang yang melanggar aturan batas kapasitas angkutan untuk mencegah penyebaran Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI mencatat terjadi penuruanan jumlah penumpang angkutan umum perkotaan selama sepekan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di ibu kota. 

Dibandingkan masa transisi lalu, penurunan yang terjadi cukup signifikan, yakni mencapai 22 persen lebih.

“Terjadi penurunan rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan sebesar 22,83 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB masa transisi,”  tutur Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo, Senin (21/9/2020).

Syafrin juga mengklaim, jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengalami penurunan sangat signifikan selama sepekan penerapan pengetatan PSBB.

“Untuk angkutan AKAP, mengalami penuruanan (penumpang) sebesar 43,85 persen dibandingkan saat pemberlakukan PSBB masa transisi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Suasana Terminal Kampung Melayu yang terlihat sepi dari penumpang, di Jakarta Timur, Rabu (10/6/2020). Meskipun dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sudah dilakukan pelonggaran angkutan umum untuk mengangkut jumlah penumpang lebih dari 50 persen kapasitas, tetap saja masih sepi dari penumpang. Tribunnews/Herudin
Suasana Terminal Kampung Melayu yang terlihat sepi dari penumpang, di Jakarta Timur, Rabu (10/6/2020). Meskipun dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sudah dilakukan pelonggaran angkutan umum untuk mengangkut jumlah penumpang lebih dari 50 persen kapasitas, tetap saja masih sepi dari penumpang. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

Meski demikian, Syafrin mengatakan, masih ditemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan di angkutan umum, khususnya pembatasan jumlah penumpang.

Berdasarkan Pergub 88/2020 disebutkan bahwa maksimal penumpang yang ada di dalam angkutan umum ialah 50 persen dari kapasitas tiap armada.

“Dari hasil pengawasan kami di lapangan hingga 19 September kemarin ada 57 pelanggaran terkait kapasitas angkut di angkutan umum,” kata dia.

Selama masa pengetatan PSBB sendiri, Pemprov DKI Jakarta melakukan penyesuaian operasional angkutan umum.

Walau begitu, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini memastikan, tidak ada penumpukan penumpang selama masa pengetatan PSBB ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas