Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

UU Cipta Kerja

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polri Tetapkan 10 Tersangka Kasus Perusakan, Penjarahan di Kantor ESDM

Polisi tetapkan 10 tersangka di kasus perusakan dan penjarakan Kementerian ESDM saat demo tolak UU Cipta Kerja, 8 dari dua pelaku masih dibawah umur.

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polri Tetapkan 10 Tersangka Kasus Perusakan, Penjarahan di Kantor ESDM
Antara/Livia
Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat, dirusak oleh massa demonstran yang melempari gedung tersebut dengan bebatuan, Kamis (8/10/2020) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI menetapkan 10 orang sebagai tersangka perusakan dan penjarahan di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan 10 tersangka itu ditangkap tim gabungan Polri pada Minggu (11/10/2020) kemarin.

Mayoritas pelaku diketahui masih dibawah umur.

"Kami tampilkan dua, karena delapan lainnya anak di bawah umur. Jadi, tidak bisa kami tampilkan di siang hari ini," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat, dirusak oleh massa demonstran yang melempari gedung tersebut dengan bebatuan, Kamis (8/10/2020) sore.
Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat, dirusak oleh massa demonstran yang melempari gedung tersebut dengan bebatuan, Kamis (8/10/2020) sore. (Tribunnews.com/Herudin)

Argo mengatakan tersangka merangsek masuk ke kantor ESDM saat bentrokan antara massa dan aparat keamanan pecah.

Mereka kemudian merusak hingga menjarah barang yang ada di kantor tersebut.

"Ada laptop diambil juga, jadi mereka juga melakukan penjarahan ya di sana," tandasnya.

Dalam kasus ini, polri mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, handphone, balok, hingga pecahan botol di tempat kejadian perkara.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal beragam seusai dengan perbuatannya, yakni, Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 170, Pasal 214, Pasal 218 dan atau Pasal 358 KUHP Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja, tidak hanya menyebabkan sejumlah fasilitas publik rusak.

Gedung Kementerian ESDM di Jalan Medan Merdeka Selatan,  juga rusak akibat aksi anarkistis pengunjuk rasa.
Gedung Kementerian ESDM di Jalan Medan Merdeka Selatan, juga rusak akibat aksi anarkistis pengunjuk rasa. (istimewa)
Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas